Teror Jalanan di Moncongloe, PJI Sulsel Desak Polisi Bertindak Cepat Ungkap Pelaku

Teror Jalanan di Moncongloe, PJI Sulsel Desak Polisi Bertindak Cepat Ungkap Pelaku


Maros, Kabartujuhsatu.news,– Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku pelemparan mobil yang menimpa Ketua DPD PJI Sulsel, Akbar Hasan Noma Dg Polo, di Jalan Poros Moncongloe, Kabupaten Maros. Organisasi tersebut menilai aksi tersebut bukan sekadar vandalisme, melainkan tindak kriminal yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Insiden terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita saat korban melintas dari Makassar menuju Kecamatan Tompobulu. Akibat pelemparan itu, kaca belakang kendaraan korban pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Humas DPD PJI Sulsel, Dzoel SB, menegaskan aparat kepolisian harus menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan.

"Ini bukan sekadar insiden. Ini tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. Aparat kepolisian harus menjadikannya sebagai prioritas penanganan," ujar Dzoel SB.

Menurutnya, perbuatan tersebut berpotensi dijerat Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang milik orang lain. Jika terbukti dilakukan secara bersama-sama dengan unsur kekerasan, pelaku juga dapat dikenakan Pasal 170 KUHP. Selain itu, tindakan tersebut dinilai berkaitan dengan aspek keselamatan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dzoel menilai negara tidak boleh memberikan ruang bagi aksi kriminal jalanan yang dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

PJI Sulsel juga mengingatkan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang selama ini menekankan prinsip penanganan perkara secara cepat dan responsif. Menurut Dzoel, semangat tersebut harus diwujudkan dalam penanganan setiap laporan masyarakat tanpa menunggu kasus menjadi perhatian publik.

Karena itu, PJI Sulsel meminta Polsek Moncongloe, Polres Maros, dan Polda Sulawesi Selatan mengoptimalkan proses penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian maupun di sepanjang jalur yang dilalui korban.

Selain penegakan hukum, PJI Sulsel juga mendorong Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat sistem keamanan di kawasan Moncongloe yang merupakan jalur penghubung strategis antara Makassar, Maros, dan Gowa.

"Pemasangan CCTV bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Ini menyangkut perlindungan masyarakat secara langsung," tegas Dzoel.

PJI Sulawesi Selatan berharap aparat kepolisian segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku berdasarkan alat bukti yang sah sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, terutama pada malam hingga dini hari.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pengguna jalan. PJI Sulsel menilai pengungkapan pelaku secara cepat akan menjadi bukti keseriusan aparat dalam menjaga keamanan ruang publik dan mencegah terulangnya aksi teror jalanan di wilayah tersebut.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates