Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Aksi dugaan pencurian kembali meresahkan warga Kabupaten Soppeng. Kali ini, seorang warga Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Rustam Amin atau yang akrab disapa Pak Taggi, mengaku kehilangan satu unit mesin hand traktor merek Yanmar miliknya yang disimpan di kawasan tidak jauh dari SDN Togigi.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada rentang malam Rabu hingga malam Kamis, 14–15 Juli 2026. Dugaan hilangnya alat mesin pertanian itu baru diketahui setelah korban mendatangi lokasi penyimpanan dan mendapati mesin hand traktor miliknya sudah tidak berada di tempat.
Kepada awak media, saat ditemui di Warkop Olleng, Jumat (17/7/2026), Pak Taggi mengaku sangat terkejut atas hilangnya alat mesin pertanian yang selama ini digunakan untuk menunjang aktivitasnya.
Ia mengatakan, sebelum mengetahui mesin hand traktornya hilang, beberapa warga sekitar masih sempat melihat alat tersebut berada di lokasi penyimpanan.
"Saya sudah laporkan tadi malam," ujar Pak Taggi saat memberikan keterangan kepada awak media sambil memperlihatkan surat tanda terima laporan polisi bernomor STTLP/194/VII/2026/SPKT/Polres Soppeng.
Menurutnya, laporan telah disampaikan kepada pihak kepolisian Polres Soppeng, dengan harapan kasus tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
Pak Taggi berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mengungkap siapa pelaku yang diduga membawa kabur mesin hand traktor miliknya.
Ia juga berharap alat mesin pertanian tersebut dapat ditemukan sehingga bisa kembali digunakan untuk menunjang pekerjaannya.
Kasus dugaan pencurian alat pertanian seperti mesin hand traktor dinilai dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama bagi petani yang menggantungkan aktivitasnya pada peralatan tersebut. Selain menimbulkan kerugian materi, hilangnya alat kerja juga dapat menghambat proses pengolahan lahan pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari aparat mengenai perkembangan penyelidikan maupun dugaan pelaku. Polisi diharapkan dapat segera mengungkap kasus ini agar memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.
(Red)
