Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana malam di jantung Kota Soppeng menghadirkan kesan yang berbeda. Di bawah cahaya lampu jalan yang menerangi kawasan pusat kota, aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan suasana yang tertib, aman, dan penuh keakraban. Senin (13/7/2026).
Di tengah suasana tersebut, Ketua LSM Sidik Mahmud Cabang bersama seorang jurnalis, Andi Irfan, terlihat duduk santai di tangga pelataran kawasan pusat kota. Keduanya menikmati suasana malam sembari mengamati aktivitas warga yang memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berkumpul dan bersantai.
Sesekali perhatian mereka tertuju pada videotron yang berdiri di sudut jalan, tepat di samping Gedung PKK Kabupaten Soppeng. Layar berukuran besar itu menayangkan berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten Soppeng, mulai dari program pembangunan hingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Mahmud, keberadaan videotron tidak hanya mempercantik wajah kota pada malam hari, tetapi juga menjadi media informasi yang efektif bagi masyarakat.
"Informasi mengenai kegiatan pemerintah kini dapat disaksikan langsung oleh masyarakat yang sedang berada di pusat kota. Ini menjadi salah satu bentuk keterbukaan informasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi kawasan ini," ujar Mahmud.
Kota yang dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala malam itu tampak hidup tanpa kehilangan ketenangannya. Sejumlah pemuda terlihat duduk berbincang di beberapa sudut kawasan, sementara lainnya menikmati kopi dan berbagai jajanan yang dijajakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Aktivitas tersebut mencerminkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya sebagai lokasi bersantai, kawasan pusat kota juga menjadi ruang interaksi sosial yang menghadirkan suasana hangat di tengah kesibukan sehari-hari.
Keindahan malam Kota Soppeng semakin terasa dengan perpaduan cahaya lampu jalan dan pencahayaan Masjid Agung Darussalam yang berdiri megah tidak jauh dari lokasi. Pantulan cahaya dari bangunan masjid memberikan nuansa yang menenangkan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung.
Mahmud menilai kondisi tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya penataan kawasan perkotaan yang layak mendapat apresiasi. Menurutnya, ruang publik yang bersih, tertata, dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat maupun perkembangan sektor ekonomi kecil.
Ia juga mengamati bahwa keberadaan pedagang kopi dan jajanan di sekitar kawasan menjadi bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat. Dengan semakin banyaknya warga yang datang menikmati suasana malam, peluang usaha bagi pelaku UMKM pun ikut tumbuh.
"Kita bisa melihat masyarakat datang bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga berbelanja di lapak-lapak UMKM. Ini tentu memberikan manfaat bagi pedagang sekaligus membuat kawasan pusat kota semakin hidup," katanya.
Lebih lanjut, Mahmud berharap kondisi yang kondusif ini dapat terus dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama agar ruang publik tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua kalangan.
Senada dengan itu, Andi Irfan menilai suasana malam di pusat Kota Soppeng menunjukkan wajah daerah yang terus berkembang. Penataan kawasan yang didukung fasilitas publik seperti videotron, penerangan jalan, dan ruang berkumpul yang representatif menjadi nilai tambah bagi daerah.
Bagi masyarakat, malam di Kota Soppeng bukan sekadar pergantian waktu. Di balik gemerlap lampu dan ramainya aktivitas warga, tersimpan gambaran tentang sebuah kota yang terus berbenah, menghadirkan ruang publik yang nyaman, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Di bawah langit malam Bumi Latemmamala, aktivitas berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Warga berbincang, menikmati secangkir kopi, menyaksikan informasi pembangunan melalui videotron, dan merasakan suasana kota yang tetap hidup tanpa kehilangan keteduhan. Potret inilah yang diharapkan terus menjadi wajah Kota Soppeng di masa mendatang.
(Red)
