Alarm Bahaya! Jembatan Enrekeng Retak, Pemdes Minta Pemerintah Segera Bertindak

Alarm Bahaya! Jembatan Enrekeng Retak, Pemdes Minta Pemerintah Segera Bertindak


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Kondisi Jembatan Enrekeng yang berada di perbatasan Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, dan Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Pada bagian konstruksi jembatan terlihat retakan yang memunculkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Informasi mengenai kondisi jembatan tersebut disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Enrekeng, Astaman, SP, kepada media ini, Kamis sore (18/6/2026).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi perlu segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

"Retakan pada jembatan sudah terlihat dan menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar kondisi ini tidak semakin memburuk," ujar Astaman.

Jembatan Enrekeng diketahui menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Ganra dan Kecamatan Donri-Donri maupun Kecamatan Lalabata. Selain digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, jalur tersebut juga menjadi lintasan kendaraan yang mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan ekonomi warga.

Sebagai langkah antisipasi, di lokasi telah dipasang papan peringatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng. Papan tersebut berisi larangan bagi kendaraan dengan muatan melebihi 5 ton untuk melintas di atas jembatan.

Dalam papan imbauan itu tertulis:

"PERHATIAN!!! ADA JEMBATAN RUSAK (JEMBATAN ENREKENG). MOBIL MUATAN MAKSIMAL 5 TON DILARANG MELINTAS."

Pemasangan papan peringatan tersebut menunjukkan bahwa kondisi jembatan telah menjadi perhatian pemerintah. Namun demikian, warga berharap tidak hanya sebatas pemberian peringatan, melainkan juga diikuti dengan tindakan nyata berupa perbaikan atau rehabilitasi jembatan.

Menurut sejumlah warga, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi jalur utama yang menghubungkan mobilitas masyarakat antarwilayah. Jika kerusakan terus berkembang, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Selain itu, meningkatnya intensitas kendaraan yang melintas setiap hari juga menjadi faktor yang dapat mempercepat penurunan kondisi konstruksi apabila tidak segera dilakukan penanganan teknis.

Astaman mengungkapkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia berharap Dinas PUPR Kabupaten Soppeng segera melakukan kajian teknis secara menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Kami berharap ada tindak lanjut secepatnya. Jangan sampai menunggu kondisi bertambah parah atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, terutama terkait pembatasan tonase kendaraan. Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban pada konstruksi jembatan hingga proses perbaikan dilakukan.

Masyarakat kini menantikan respons cepat dari pemerintah daerah agar kerusakan Jembatan Enrekeng dapat segera ditangani. Dengan perbaikan yang tepat dan cepat, diharapkan akses transportasi warga tetap aman, lancar, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates