Tiga Mahasiswa S3 Unesa Jadi Sorotan di Korea Selatan, Bawa Nama Indonesia ke Forum Pendidikan Dunia

Tiga mahasiswa Program Doktor (S3) Teknologi Pendidikan Unesa, Muldiyana, Muhammad Hanif, dan Asmaul Husnah, mengikuti konferensi internasional ICETT 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada 22–24 Mei 2026 (foto K71). 


Seoul, Korea Selatan, Kabartujuhsatu.news, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di panggung internasional. Tiga mahasiswa Program Doktor (S3) Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yakni Muldiyana, Muhammad Hanif, dan Asmaul Husnah, sukses mengikuti konferensi internasional bergengsi 2026 12th International Conference on Education and Training Technologies (ICETT 2026) yang berlangsung pada 22–24 Mei 2026 di Seoul, Korea Selatan.

Kehadiran ketiga mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa kualitas akademik mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan tampil sejajar bersama akademisi dunia dalam forum internasional yang mempertemukan peneliti, profesor, praktisi pendidikan, hingga inovator teknologi pembelajaran dari berbagai negara.

Bertempat di Ballroom Hotel Skypark Kingstown, Dongdaemun, Seoul, konferensi ICETT 2026 mengusung tema besar “Educate. Train. Innovate.” Tema tersebut menyoroti pentingnya transformasi pendidikan melalui teknologi, inovasi pembelajaran, dan pengembangan pelatihan di era digital global.

Partisipasi mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa ini menarik perhatian karena mereka hadir membawa semangat riset dan inovasi pendidikan dari Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dunia. 

Tidak hanya menjadi peserta, keikutsertaan mereka juga menjadi representasi komitmen generasi akademisi Indonesia dalam memperkuat jejaring global dan meningkatkan kualitas penelitian pendidikan nasional.

Dalam konferensi tersebut, para peserta dari berbagai negara membahas beragam isu strategis terkait masa depan pendidikan, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence dalam pembelajaran, transformasi digital di sekolah dan perguruan tinggi, pengembangan media pembelajaran inovatif, hingga strategi pelatihan berbasis teknologi.

Bagi Muldiyana, Muhammad Hanif, dan Asmaul Husnah, pengalaman mengikuti forum internasional ini menjadi momentum penting dalam pengembangan akademik dan riset mereka.

“Konferensi ini memberikan pengalaman luar biasa bagi kami. Kami dapat berdiskusi langsung dengan akademisi internasional, memperoleh wawasan baru, sekaligus mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan inovasi teknologi pendidikan,” ungkap Muldyna yang dikonfirmasi Minggu (24/5/2026). 

Tidak hanya memperluas perspektif akademik, konferensi ini juga membuka peluang kolaborasi internasional yang berpotensi menghasilkan penelitian bersama, publikasi ilmiah bereputasi, hingga pengembangan inovasi pendidikan yang dapat diterapkan di Indonesia.

Keikutsertaan ketiga mahasiswa doktoral Unesa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia terus bergerak menuju level internasional. 

Di tengah tantangan globalisasi dan revolusi teknologi, mahasiswa Indonesia dituntut tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga aktif mengambil peran dalam forum ilmiah dunia.

Pengamat pendidikan menilai partisipasi mahasiswa Indonesia dalam konferensi internasional seperti ICETT memiliki dampak strategis terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. 

Selain memperluas jejaring akademik, kegiatan tersebut juga meningkatkan kapasitas penelitian dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi global.

Bagi Unesa sendiri, keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional menjadi bagian penting dari upaya memperkuat reputasi kampus di tingkat global. 

Hal ini sejalan dengan visi perguruan tinggi untuk mendorong internasionalisasi pendidikan dan meningkatkan kontribusi riset terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Kehadiran mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa di Seoul juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa kesempatan untuk tampil di forum internasional terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki semangat belajar, kemampuan akademik, dan keberanian membangun jejaring global.

Melalui ICETT 2026, ketiga mahasiswa tersebut membuktikan bahwa pengembangan pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan lingkungan lokal. Dunia pendidikan kini bergerak menuju kolaborasi lintas negara, pertukaran ide global, dan inovasi teknologi yang terus berkembang.

Dengan langkah ini, nama Indonesia kembali hadir dalam percakapan akademik dunia — dan mahasiswa Unesa menjadi bagian dari perjalanan besar tersebut.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates