Pertemuan Tak Disengaja di Lobby Apartemen, Suwardi Haseng dan Muhidin M Said Bantah Rumor Retaknya Hubungan Politik


Makassar, Kabartujuhsatu.news, Ketidakhadiran Suwardi Haseng dalam agenda Konsolidasi Internal Golkar Sulawesi Selatan II yang digelar di Kabupaten Soppeng sempat menjadi bahan perbincangan publik. Sejumlah spekulasi bahkan bermunculan di tengah masyarakat dan kalangan internal partai. Tidak sedikit yang menduga absennya Bupati Soppeng tersebut berkaitan dengan dinamika politik internal Partai Golkar.

Rumor semakin berkembang setelah muncul isu bahwa Suwardi disebut tidak diundang dalam agenda penting partai berlambang pohon beringin tersebut. Namun berbagai dugaan itu langsung dibantah oleh Muhidin M Said.

Usai menghadiri kegiatan konsolidasi, Muhidin menjelaskan kepada awak media bahwa ketidakhadiran Suwardi bukan karena persoalan politik ataupun komunikasi yang terputus. Menurutnya, Suwardi sebelumnya telah menyampaikan izin karena sedang memiliki agenda lain di luar daerah.

“Pak Suwardi sudah menyampaikan izin sebelumnya karena ada kegiatan penting di luar daerah,” ujar Muhidin singkat saat ditemui usai acara. Sabtu (16/5/2026). 

Meski demikian, pembicaraan publik mengenai hubungan keduanya belum juga mereda. Apalagi, momentum konsolidasi tersebut dianggap penting dalam memperkuat soliditas Partai Golkar Sulsel menjelang agenda politik ke depan.

Namun hanya beberapa jam setelah acara konsolidasi selesai, publik justru dikejutkan dengan beredarnya foto pertemuan antara Suwardi dan Muhidin di Kota Makassar. 

Foto tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup percakapan dan media sosial karena keduanya tampak berbincang santai dan penuh keakraban.

Banyak pihak kemudian menilai foto tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang sebelumnya berkembang.

Saat dikonfirmasi terkait foto tersebut, Suwardi Haseng membenarkan bahwa dirinya memang bertemu dengan Muhidin. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa pertemuan itu terjadi secara kebetulan dan sama sekali tidak direncanakan sebelumnya.

Menurut Suwardi, dirinya baru saja tiba dari Jakarta dan memilih singgah di apartemen Sudirman 31 kota makassar untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas lainnya.

“Baru tiba dari Jakarta, saya singgah dulu di apartemen Sudirman 31 untuk istirahat. Di lobby ternyata ada juga Pak Muhidin yang baru tiba dari Soppeng, bahkan masih memakai baju kuning Golkar,” ujar Suwardi sambil tertawa.

Momen tersebut semakin menarik karena keduanya ternyata bukan hanya berada di apartemen yang sama, tetapi juga memiliki unit di lantai yang sama dan saling berdekatan.

Kondisi itu membuat keduanya kembali berbincang santai layaknya keluarga yang sudah lama saling mengenal. Suwardi mengatakan tidak ada pembicaraan politik serius dalam pertemuan tersebut.

“Tidak ada pembicaraan khusus. Karena memang tidak direncanakan, jadi lebih banyak bercanda. Hubungan kami memang sudah seperti keluarga,” katanya.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Muhidin bukanlah hal baru. Selain sama-sama berasal dari Cabbenge, hubungan mereka juga telah terjalin cukup lama di internal Partai Golkar.

Ia mengaku kerap meminta arahan dan masukan kepada Muhidin yang dianggapnya sebagai senior sekaligus tokoh berpengaruh di Golkar Sulawesi Selatan.

Bahkan, Suwardi secara terbuka menyebut Muhidin memiliki peran penting dalam perjalanan politiknya menjelang Pilkada 2024 lalu. Dukungan dan bantuan Muhidin disebut menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya akhirnya bisa mendapatkan dukungan Partai Golkar.

“Pak Muhidin banyak membantu sehingga saya bisa mendapatkan dukungan Golkar. Waktu itu tidak mudah karena ada juga yang menolak saya mengendarai Golkar. Cari saja jejak digitalnya, pasti masih ada,” ungkapnya.

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan keduanya tidak hanya sebatas komunikasi politik formal, tetapi juga memiliki kedekatan personal yang cukup kuat.

Pertemuan tak disengaja di dalam lobby apartemen tersebut akhirnya menjadi simbol lain dari hubungan Suwardi dan Muhidin. Di tengah munculnya rumor dan spekulasi politik, keduanya justru terlihat akrab, santai, dan tetap menjaga komunikasi dengan baik.

Kedekatan itu pun dinilai menjadi sinyal bahwa soliditas internal Golkar Sulawesi Selatan tetap terjaga, meski dinamika politik dan isu-isu liar kerap muncul di ruang publik.

(Red) 

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates