Perjuangan Dosen Muda Asal Bone Lulus Wasit A Nasional Kumite dan Juri B Kata PB FORKI di Bandung

Bandung, Kabartujuhsatu.news, Perjalanan penuh perjuangan dan doa akhirnya mengantarkan Muldiyana, atau yang akrab disapa Muldhy, meraih kelulusan pada Kualifikasi Wasit A Nasional Kumite dan Kualifikasi Juri B Kata dalam pelaksanaan Ujian Wasit dan Juri PB FORKI yang digelar di Soreang, Bandung, selama empat hari.

Keberhasilan tersebut menjadi momentum berharga sekaligus bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar mampu membawa seseorang mencapai level terbaik dalam dunia karate nasional.

Di balik senyum bahagia yang dirasakan hari ini, tersimpan perjalanan panjang yang penuh pengorbanan, disiplin, serta komitmen luar biasa.

Sebagai perempuan asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Muldhy harus menghadapi berbagai tantangan dalam membagi waktu antara dunia akademik, pekerjaan, pendidikan lanjutan, dan aktivitas karate yang telah lama menjadi bagian penting dalam hidupnya. Namun keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti berkembang.


“Alhamdulillah, setiap proses yang saya lalui selalu memberikan pelajaran besar. Tidak mudah memang, tetapi rasa lelah itu terbayarkan ketika bisa menyelesaikan setiap tahapan ujian dengan baik,” ungkap Muldhy dengan penuh rasa syukur. Sabtu (9/5/2026).

Perempuan inspiratif tersebut mengaku bersyukur karena dalam setiap ujian wasit PB FORKI yang pernah diikutinya, dirinya selalu diberikan kemudahan dan kelulusan.

Mulai dari ujian di Makassar, Jakarta BSD, Riau, hingga terakhir di Soreang Bandung, semuanya menjadi pengalaman berharga yang membentuk mental, kemampuan, dan kepercayaan dirinya sebagai bagian dari dunia perwasitan karate Indonesia.

Tidak hanya aktif dalam dunia olahraga, Muldhy juga dikenal sebagai dosen muda di Universitas Muhammadiyah Bone, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Teknologi Pendidikan.

Di tengah tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik, ia juga aktif melanjutkan studi dan mengikuti berbagai kegiatan akademik, termasuk konferensi ilmiah yang waktunya berdekatan dengan pelaksanaan ujian nasional PB FORKI.

Kesibukan tersebut menjadi tantangan besar yang harus dihadapi secara bersamaan. Namun dengan disiplin tinggi, dukungan keluarga, serta semangat pantang menyerah, dirinya mampu menjalani seluruh proses dengan baik hingga akhirnya berhasil dinyatakan lulus.

“Perasaan haru dan bangga tentu sangat besar. Di tengah aktivitas kampus, kuliah, dan kegiatan konferensi, saya masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk mengikuti ujian ini hingga akhirnya dinyatakan lulus,” tambahnya.

Keberhasilan Muldhy kini menjadi inspirasi tersendiri bagi banyak perempuan, khususnya generasi muda di Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan.

Sosoknya membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran penting di tingkat nasional, baik di bidang pendidikan maupun olahraga.

Perjalanan panjang dari Makassar, Jakarta BSD, Riau hingga Bandung menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan profesional.

Setiap kota menyimpan cerita perjuangan, pengalaman, dan pembelajaran yang tidak terlupakan dalam perjalanan kariernya di dunia karate.

Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi di dunia perwasitan karate nasional.

Dengan dedikasi dan semangat yang dimiliki, Muldhy membuktikan bahwa perempuan hebat lahir dari keberanian untuk terus belajar, berjuang, dan tidak menyerah menghadapi tantangan kehidupan.


(Red) 
Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates