Pelatihan Jurnalistik Online Ini Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah, Materinya Dinilai Sangat Membuka Wawasan


Makassar, Kabartujuhsatu.news, Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya berita hoaks di media sosial, kemampuan menulis dan memahami dunia jurnalistik kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. 

Fenomena itu terlihat dalam kegiatan Kelas Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan yang digelar AR Learning Center secara online melalui Zoom Meeting dan sukses menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Senin (25/5/2026). 

Pelatihan yang berlangsung interaktif dan penuh antusias tersebut menghadirkan Andre Hariyanto sebagai pemateri utama. Sosok yang dikenal sebagai Pemimpin Redaksi SuaraUtama.id sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia itu memberikan berbagai materi penting seputar dunia jurnalistik modern dan teknik kepenulisan digital.

Menariknya, peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa atau pelajar. Banyak pegiat media sosial, aktivis organisasi, penulis pemula, hingga masyarakat umum turut bergabung untuk belajar langsung mengenai teknik membuat berita dan tulisan yang baik.

Sejak sesi awal dimulai, suasana pelatihan langsung terasa hidup. Peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan dunia media digital, mulai dari cara menulis berita yang benar hingga strategi membuat tulisan yang menarik perhatian pembaca di internet.

Dalam pemaparannya, Andre Hariyanto menegaskan bahwa masyarakat saat ini harus mampu menjadi penyampai informasi yang bertanggung jawab, bukan sekadar menjadi konsumen berita di media sosial.

“Sekarang semua orang bisa menjadi penyebar informasi. Karena itu, penting sekali memahami dasar jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan publik. Menulis adalah kekuatan besar yang bisa mengedukasi masyarakat dan membawa perubahan positif,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat dunia media mengalami perubahan besar. Jika dulu menulis hanya identik dengan wartawan atau penulis profesional, kini siapa saja memiliki kesempatan untuk menjadi kreator informasi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

Karena itu, pemahaman tentang teknik jurnalistik, etika media, dan literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami. Mulai dari pengenalan jurnalistik dasar, teknik penulisan berita dengan pola 5W+1H, cara menentukan angle berita yang menarik, hingga teknik membuat judul berita yang berpotensi ramai dibaca di mesin pencarian seperti Google.

Tak hanya fokus pada jurnalistik, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai kepenulisan kreatif. Dalam sesi ini, peserta diajarkan bagaimana membuat artikel opini, feature, hingga teknik membangun karakter tulisan agar lebih menarik dan memiliki nilai edukasi.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik menulis berita secara langsung. Peserta diminta membuat berita berdasarkan tema tertentu, lalu hasil tulisan mereka dibahas dan dievaluasi bersama oleh pemateri.

Banyak peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru dari sesi praktik tersebut karena mereka bisa langsung memahami kesalahan umum dalam penulisan berita sekaligus mengetahui cara memperbaikinya.

Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Bahkan, beberapa peserta mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan jurnalistik online namun merasa materi yang diberikan sangat mudah dipahami.

Salah satu peserta, Fajar Ahmad Wahyuddin, mengatakan kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat yang ingin belajar jurnalistik tetapi memiliki keterbatasan akses mengikuti pelatihan tatap muka.

“Pelatihannya sangat menarik dan materinya lengkap. Kami jadi lebih paham bagaimana membuat berita yang baik dan benar. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Selain membahas teknik penulisan, Andre Hariyanto juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya etika jurnalistik. 

Ia mengingatkan bahwa seorang penulis harus menjunjung tinggi fakta, integritas, dan tanggung jawab moral dalam setiap karya yang dibuat.

Menurutnya, saat ini masyarakat menghadapi tantangan besar akibat maraknya informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial. Karena itu, kemampuan memilah informasi dan memahami prinsip jurnalistik menjadi sangat penting.

“Jangan sampai media digital dipenuhi informasi yang menyesatkan. Penulis dan jurnalis harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini juga disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang literasi digital dan komunikasi publik. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan menulis secara profesional dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Meski dilaksanakan secara daring, suasana kebersamaan selama pelatihan tetap terasa hangat. Interaksi aktif antara peserta dan pemateri membuat kegiatan berlangsung hidup hingga akhir acara.

AR Learning Center berharap pelatihan jurnalistik dan kepenulisan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan literasi yang baik serta mampu menciptakan ruang informasi digital yang sehat, cerdas, dan bermanfaat.

(Red) 

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates