Geger ! 96 Ribu Pil Ilegal Beredar di Makassar, Wakil Wali Kota Bongkar Dugaan Jaringan Besar Obat Terlarang


Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kota Makassar kembali digegerkan dengan temuan peredaran obat-obatan tertentu ilegal dalam jumlah fantastis. Sebanyak 96 ribu tablet triheksifenidil ilegal berhasil ditemukan aparat bersama BBPOM Makassar. Temuan ini memicu kekhawatiran besar karena diduga melibatkan jaringan peredaran obat ilegal berskala besar yang mengincar generasi muda.

Fakta mengejutkan tersebut mencuat dalam kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu bertema “Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa” yang digelar di Aula BBPOM Makassar, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Aliyah Mustika Ilham yang secara tegas memperingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap persoalan ini sebagai masalah biasa.

Dalam pidatonya, Aliyah mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya obat-obatan tertentu yang masuk secara ilegal ke Kota Makassar. Bahkan, ia menilai ada indikasi jaringan besar di balik peredaran obat tersebut.

“Kalau sudah ada tujuh jenis obat tertentu yang beredar di Makassar, berarti ini bukan persoalan kecil. Ada jalur distribusi dan jaringan besar yang harus dibongkar bersama,” tegas Aliyah di hadapan peserta kegiatan yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga para pelajar.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena mengindikasikan adanya pola distribusi ilegal yang terorganisir. Apalagi, penyalahgunaan obat tertentu kini semakin marak di kalangan remaja dan pelajar.

Aliyah menegaskan bahwa ancaman terbesar bukan hanya pada dampak kesehatan, tetapi juga kehancuran masa depan generasi muda Indonesia.

Menurutnya, bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 bisa berubah menjadi bencana apabila generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.

“Kalau anak-anak muda kita dirusak mulai sekarang, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai. Ini bukan sekadar urusan kesehatan, tapi ancaman serius bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak diam apabila menemukan indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu di lingkungan sekitar. Pelajar diminta berani melapor kepada guru, keluarga, maupun aparat terkait demi mencegah semakin luasnya peredaran obat ilegal.

Sementara itu, Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakarsa Setiawan, mengungkapkan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu kini menjadi ancaman nyata yang harus segera ditangani secara serius.

Menurut Yosef, obat-obatan tertentu sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan medis dan pasien tertentu. Namun di tangan yang salah, obat tersebut justru disalahgunakan untuk kepentingan nonmedis yang berbahaya.

“Dampaknya sangat serius. Bisa merusak kesehatan fisik, mental, bahkan memicu tindakan kriminal dan gangguan sosial,” ungkap Yosef.

Data yang dipaparkan BBPOM Makassar juga cukup mengejutkan. Sejak tahun 2023 hingga April 2026, aparat berhasil mengungkap sedikitnya 23 kasus peredaran obat tertentu ilegal dengan total barang bukti hampir mencapai 200 ribu tablet.

Kasus terbaru bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar, yakni temuan 96 ribu tablet triheksifenidil ilegal yang beredar di masyarakat. Obat tersebut diketahui merupakan obat untuk pasien gangguan kejiwaan, namun justru disalahgunakan oleh pihak tertentu demi mendapatkan efek halusinasi dan ketergantungan.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap distribusi obat-obatan tertentu di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar yang dinilai menjadi salah satu titik rawan peredaran.

Kegiatan nasional tersebut dihadiri berbagai unsur penting mulai dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, organisasi profesi, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga perwakilan pelajar dari berbagai sekolah.

Melalui aksi nasional ini, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat ikut terlibat aktif dalam memerangi penyalahgunaan obat-obatan tertentu demi menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman kehancuran masa depan.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates