Medan, Kabartujuhsatu.news, Pengembangan kasus narkoba yang menyeret tempat hiburan malam Phantom KTV di Medan kembali membuat publik tercengang. Setelah sebelumnya polisi membekuk pemasok pil ekstasi ke lokasi hiburan malam tersebut, kini seorang gadis muda cantik ikut diamankan dari sebuah rumah kos di kawasan Medan Barat.
Perempuan berinisial DA (23), warga Kecamatan Labuhan Deli, ditangkap petugas Satresnarkoba Polrestabes Medan saat penggerebekan berlangsung pada Sabtu pagi. DA diamankan bersamaan dengan seorang pria berinisial MF (22) yang diduga sebagai pemasok pil ekstasi ke Phantom KTV.
Yang mengejutkan, kamar kos yang ditempati DA diduga menjadi lokasi penyimpanan barang bukti narkoba milik MF. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan 10 butir pil ekstasi yang diduga siap diedarkan ke tempat hiburan malam.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan dua paket daun ganja kering dengan berat hampir 3 gram di dalam kamar kos DA. Polisi turut mengamankan puluhan biji ganja, plastik pembungkus, hingga wadah penyimpanan kecil yang diduga kerap digunakan untuk aktivitas terkait narkotika.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha menjelaskan bahwa DA mengaku sebagai pengguna ganja. Namun alasan yang diberikan perempuan muda tersebut justru membuat banyak orang tercengang.
“Yang bersangkutan mengaku menggunakan ganja untuk menaikkan berat badan,” ujar Rafli saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Pengakuan itu kini menjadi perhatian publik, terlebih DA diketahui tidak bekerja sendiri dalam lingkungan peredaran narkoba yang sedang diusut polisi. Aparat masih terus mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak lain dalam jaringan narkoba berkedok tempat hiburan malam tersebut.
Kasus ini juga membuka tabir gelap dugaan peredaran narkotika di dunia hiburan malam Kota Medan. Polisi disebut tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok rutin yang selama ini memasok pil ekstasi dan narkoba lainnya ke sejumlah THM terkenal.
Sementara itu, DA kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Satresnarkoba Polrestabes Medan bersama MF. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam waktu dekat.
Warga sekitar lokasi kos pun mengaku terkejut saat mengetahui adanya penggerebekan tersebut. Banyak yang tidak menyangka kamar kos perempuan muda itu diduga menjadi tempat penyimpanan narkoba yang berkaitan dengan jaringan hiburan malam.
Kasus ini sontak ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat luas di Medan.
(RZ)
