Soppeng, Kabartujuhsatu.news,— Peningkatan jumlah hewan qurban pada Idul Adha 2026 di Kabupaten Soppeng dinilai menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan mikro ekonomi masyarakat.
Akademisi Dr Nurmal Idrus, SE, MM mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah sapi dan kambing qurban menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin kuat serta geliat ekonomi lokal yang terus berkembang.
Berdasarkan data rekapitulasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, jumlah hewan qurban pada tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Idul Adha 2025 tercatat sebanyak 1.239 ekor sapi qurban, sedangkan pada Idul Adha 2026 meningkat menjadi 1.410 ekor sapi dan 65 ekor kambing.
Secara keseluruhan, total hewan qurban tahun 2026 mencapai 1.475 ekor. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebanyak 171 ekor atau sekitar 13,81 persen dibandingkan tahun 2025.
Menurut Dr Nurmal Idrus, peningkatan jumlah hewan qurban bukan hanya mencerminkan semangat ibadah masyarakat, tetapi juga menggambarkan kondisi ekonomi daerah yang semakin membaik.
“Lebih banyak hewan qurban, lebih banyak manfaat, lebih kuat ekonomi daerah,” ungkapnya. Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah hewan qurban berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama di sektor peternakan, perdagangan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Permintaan hewan qurban yang meningkat membuat pendapatan para peternak ikut mengalami kenaikan.
Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha juga semakin ramai, mulai dari perdagangan pakan ternak, jasa transportasi, hingga penjualan kebutuhan pendukung lainnya.
“Peningkatan jumlah hewan qurban menunjukkan geliat ekonomi masyarakat, meningkatnya daya beli, dan kepercayaan ekonomi yang semakin kuat,” jelasnya.
Dampak positif lainnya adalah terbukanya peluang kerja musiman bagi masyarakat, terutama di sektor distribusi dan penanganan hewan qurban. Hal ini dinilai mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
Data penyebaran hewan qurban di Kabupaten Soppeng juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang merata di berbagai wilayah. Hewan qurban tersebar di delapan kecamatan, yakni Lalabata, Lilirilau, Marioriwawo, Liliriaja, Donri-donri, Ganra, Citta, dan Marioriawa.
Dr Nurmal Idrus menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ekosistem peternakan di Kabupaten Soppeng semakin kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, meningkatnya aktivitas qurban dinilai memberikan efek domino terhadap pertumbuhan usaha masyarakat kecil. Pedagang lokal, pelaku UMKM, hingga sektor jasa turut merasakan dampak positif dari meningkatnya transaksi ekonomi selama momentum Idul Adha.
Dengan capaian tersebut, Idul Adha 2026 dinilai bukan hanya menjadi momentum ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi penanda meningkatnya kekuatan ekonomi daerah di Kabupaten Soppeng.
Pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan terus mendukung sektor peternakan dan ekonomi kerakyatan agar tren positif ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
(Red)
