Illustrasi
Pinrang, Kabartujuhsatu.news, Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang operator SPBU di Kabupaten Pinrang kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, terduga pelaku yang diketahui berinisial D alias Dadong hingga saat ini dikabarkan masih bebas berkeliaran, meskipun laporan resmi telah masuk ke pihak kepolisian sejak awal April lalu.
Korban bernama Rusly (52), warga Kota Parepare yang sehari-hari bekerja sebagai operator SPBU, mengaku menjadi korban pemukulan di area tempatnya bekerja.
Insiden tersebut disebut terjadi pada Kamis, 4 April 2026, dan dilaporkan ke aparat penegak hukum tak lama setelah kejadian.
Yang membuat publik semakin geram, peristiwa tersebut diduga terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Rekaman yang beredar di kalangan masyarakat memperlihatkan situasi tegang di sekitar SPBU, dengan sejumlah orang berada di lokasi saat dugaan penganiayaan terjadi.
Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status terduga pelaku. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan, tetapi belum ada tindakan penangkapan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan lambannya penanganan kasus yang dinilai sudah cukup jelas, terutama karena adanya bukti visual dari CCTV.
“Kalau memang sudah ada bukti, kenapa belum diamankan?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Senin (13/4/2026).
Desakan kepada aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Pinrang, terus menguat. Masyarakat berharap penanganan kasus ini dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih.
Keberadaan rekaman CCTV disebut-sebut menjadi salah satu bukti penting dalam mengungkap kronologi kejadian.
Dalam video yang beredar, terlihat aktivitas beberapa orang di sekitar kendaraan dan bangunan SPBU yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai keaslian maupun isi rekaman tersebut.
Korban sendiri dikabarkan masih menunggu kepastian hukum atas kasus yang menimpanya. Sementara itu, publik terus memantau perkembangan kasus ini dengan harapan adanya tindakan tegas dari aparat.
Kasus ini tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat secara luas.
Banyak pihak menilai, jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menimbulkan keresahan dan menurunkan kepercayaan terhadap penegakan hukum.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap operator SPBU di Pinrang kini menjadi perhatian serius masyarakat.
Dengan adanya laporan resmi dan dugaan bukti CCTV, publik berharap aparat segera mengambil langkah tegas untuk menghadirkan keadilan bagi korban dan menjaga keamanan lingkungan.
(Red/AY)










