Jaksa Agung Rombak Kursi Panas, Sila Pulungan Kuasai Sulsel, Didik Farkhan Justru Melesat ke Pusat!


Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Langkah mengejutkan kembali dilakukan ST Burhanuddin. Di tengah sorotan publik terhadap penegakan hukum, ia resmi melantik sosok berpengalaman, Sila Haholongan Pulungan, sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Pelantikan yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (29/4/2026), bukan sekadar seremoni biasa. Ini adalah bagian dari rotasi besar yang langsung memicu berbagai spekulasi di kalangan internal maupun publik.

Sulawesi Selatan dikenal sebagai wilayah strategis dengan banyak proyek nasional bernilai besar. Artinya, posisi Kajati Sulsel bukan hanya soal hukum, tapi juga pengawasan ketat terhadap potensi penyimpangan.

Sila Pulungan datang bukan tanpa bekal. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kajati Kepulauan Bangka Belitung dan punya pengalaman internasional sebagai atase kejaksaan di Bangkok. Bahkan, ia juga pernah duduk di posisi strategis sebagai Direktur Pertimbangan Hukum di JAM-DATUN.

Kombinasi pengalaman ini membuat banyak pihak bertanya, Apakah ini sinyal Kejagung ingin “memperketat” pengawasan di Sulsel?

Sementara itu, sosok yang digantikan, Didik Farkhan Alisyahdi, ternyata tidak tersingkir. Ia justru mendapatkan posisi yang jauh lebih strategis di pusat sebagai Sesjampidsus.

Posisi ini dikenal sebagai “jantung” penanganan perkara besar, termasuk kasus korupsi kelas kakap.

Banyak pengamat menilai, Ini bukan sekadar rotasi biasa, Tapi bentuk kepercayaan tinggi terhadap Didik Farkhan, Sekaligus penguatan lini penindakan di pusat.

Selama menjabat di Sulsel, Didik dikenal progresif dan berhasil mendorong berbagai capaian, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan publik.

Dalam arahannya, Burhanuddin menegaskan bahwa mutasi adalah kebutuhan organisasi. Namun di balik itu, ada pesan kuat, “Kinerja harus dipercepat, integritas harus dijaga.”

Instruksi ini jelas bukan formalitas. Apalagi dengan meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penegak hukum.

Kehadiran Sila Pulungan disambut positif oleh jajaran Kejati Sulsel. Namun ekspektasi juga tinggi.

Beberapa hal yang kini jadi sorotan, Pengawalan proyek strategis nasional,
Penanganan perkara korupsi dan
Reformasi internal kejaksaan daerah.

Pertanyaannya sekarang, Akankah Sila Pulungan membawa “angin segar” atau justru menghadapi tantangan lebih besar?

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates