GOWES 2 KM, TAPI DAMPAKNYA BESAR! Kabid Humas Diskominfo Soppeng Pilih Sepeda ke Kantor, Warga Terkejut Saat Disapa di Jalan -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    GOWES 2 KM, TAPI DAMPAKNYA BESAR! Kabid Humas Diskominfo Soppeng Pilih Sepeda ke Kantor, Warga Terkejut Saat Disapa di Jalan

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 23 April 2026, April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T03:29:12Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pemandangan tak biasa terlihat pada Jumat pagi (24/4/2026). Seorang pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng tampak mengayuh sepeda menuju kantor. Ia adalah Kabid Humas Diskominfo Soppeng, Nasyitah Usman, SKM., M.Tr., Adm.Kes., yang memilih “bike to work” sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi.


    Langkah sederhana ini ternyata bukan sekadar olahraga pagi. Aksi gowes tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Soppeng Nomor: 100,3.4.2/331/B.Org tentang penyesuaian tugas kedinasan bagi pegawai ASN dalam rangka Transformasi Budaya Kerja.


    Dari kediamannya, Nasyitah mengayuh sepeda sejauh kurang lebih 2 kilometer menuju kantor. Meski jaraknya terbilang dekat, keputusannya meninggalkan kendaraan bermotor menarik perhatian warga. Beberapa masyarakat yang ditemui di sepanjang jalan bahkan tampak terkejut saat disapa langsung.


    “Ini bukan sekadar soal bersepeda atau tidak membawa kendaraan pribadi, tapi tentang perubahan gaya hidup menuju lebih sehat,” ujarnya.


    Menurutnya, bersepeda merupakan olahraga kardiovaskular yang efektif. Aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, bersepeda juga memberikan manfaat psikologis karena memungkinkan interaksi langsung dengan masyarakat.



    Gerakan ini juga dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah pusat terkait penghematan energi. Penggunaan sepeda diharapkan dapat mengurangi polusi udara, menekan emisi karbon, serta menghemat biaya bahan bakar.



    Tak hanya itu, inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya adaptif menghadapi tantangan efisiensi energi secara global. Dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, ASN diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.


    Dalam perjalanannya menuju kantor, Nasyitah menyempatkan diri menyapa warga yang ditemuinya. Ia mengaku momen tersebut menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan saat menggunakan kendaraan bermotor.


    “Bersepeda tidak hanya menghemat BBM, tapi juga memberi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.


    Selain gerakan bike to work, kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN juga tetap diberlakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat, sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional.


    Kombinasi kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendorong pola kerja yang lebih fleksibel.


    Langkah kecil seperti bersepeda ke kantor ini pun dinilai bisa menjadi pemicu perubahan budaya kerja yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Jika diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin kebiasaan ini akan diikuti oleh ASN lainnya, bahkan masyarakat luas.


    Aksi gowes sejauh 2 kilometer itu mungkin terlihat sederhana. Namun, pesan yang dibawa jauh lebih besar: perubahan bisa dimulai dari hal kecil, dari satu orang, dan dari satu kayuhan sepeda.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini