Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Momentum malam Nuzulul Qur’an tahun ini dimaknai secara istimewa oleh Pondok Pesantren Al Ihsan Appanang, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Untuk pertama kalinya di wilayah tersebut, pesantren ini menggelar shalat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam penuh.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam, 6 Maret 2026, dipimpin oleh Ustadz Dedy Abdurrahman Rahmanto sebagai imam tarawih. Rangkaian ibadah ini diikuti oleh para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar yang turut hadir untuk merasakan suasana spiritual yang khusyuk hingga menjelang pagi.
Pelaksanaan tarawih 30 juz ini menjadi momen yang sangat berkesan karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Suasana Masjid Pondok Pesantren Al Ihsan Appanang tampak dipenuhi jamaah yang ingin mengikuti langsung rangkaian ibadah tersebut. Sejak awal pelaksanaan hingga menjelang subuh, jamaah tetap bertahan untuk menyelesaikan shalat tarawih yang membaca seluruh Al-Qur’an secara berurutan.
Pelaksanaan shalat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam merupakan tradisi yang cukup jarang dilaksanakan di berbagai daerah. Hal ini karena kegiatan tersebut membutuhkan imam yang memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat serta kemampuan fisik yang baik untuk memimpin shalat dalam waktu yang panjang.
Di sejumlah pesantren tahfidz Al-Qur’an, tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menjadi sarana latihan spiritual bagi para penghafal Al-Qur’an.
Di Kabupaten Soppeng sendiri, kegiatan tarawih 30 juz dalam satu malam ini disebut sebagai yang pertama kali dilaksanakan, sehingga menarik perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan dan mengikuti langsung pelaksanaannya.
Imam tarawih pada kegiatan tersebut, Ustadz Dedy Abdurrahman Rahmanto, dikenal sebagai salah satu hafiz Al-Qur’an yang aktif dalam pembinaan program tahfidz di berbagai lembaga pendidikan Islam.
Dengan bacaan yang tartil dan penuh kekhusyukan, rangkaian shalat tarawih berlangsung sepanjang malam dengan membaca seluruh 30 juz Al-Qur’an secara berurutan.
Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan spiritual bagi para santri untuk meneladani kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat semangat dalam menghafal dan mempelajari kitab suci umat Islam tersebut.
Salah seorang jamaah yang hadir, Syamsul, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut meskipun hanya sebatas meramaikan dan mengambil keberkahan dari kegiatan tersebut.
“Saya hanya meramaikan untuk mengambil berkah dengan ikut semampunya saja, karena ini baru pertama kali diadakan di Soppeng,” ujar Syamsul.
Ia juga menjelaskan bahwa pada malam-malam Ramadhan biasanya pelaksanaan tarawih hanya membaca sekitar satu hingga satu setengah juz dengan jumlah 20 rakaat.
“Khusus malam ini 30 juz sampai semalam suntuk, kalau malam-malam biasanya hanya sekitar satu setengah juz,” ungkapnya.
Pondok Pesantren Al Ihsan Appanang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dan dikelola oleh Yayasan Pesantren Al Ihsan Appanang.
Pesantren ini memiliki berbagai program pendidikan yang berfokus pada pengembangan ilmu keislaman serta pembinaan hafalan Al-Qur’an bagi para santri.
Beberapa program pendidikan yang diselenggarakan di pesantren tersebut antara lain Program Tahfidzul Qur’an, Madrasah Diniyah, PK-PPS Wustha (setara SMP), PK-PPS Ulya (setara SMA).
Secara administratif, pesantren ini memiliki identitas kelembagaan berupa: NPSN: 69951897, NSPP: 510073120011.
Izin operasional melalui SK Nomor 868 Tahun 2015 dan SK Nomor 477 Tahun 2020.
Ketua yayasan pesantren diketahui adalah Drs. H. Lahamide, sementara posisi Syekhul Ma’had dipegang oleh Kyai H. Muh. Ikhwan.
Pengurus pesantren berharap kegiatan tarawih 30 juz ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilaksanakan setiap bulan Ramadhan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta meningkatkan semangat dalam menghafal dan mempelajarinya.
Pesantren Al Ihsan Appanang sendiri terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, pesantren ini berupaya memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Soppeng.
Imam yang memimpin tarawih 30 juz tersebut adalah Ustadz Dedy Abdurrahman Rahmanto, yang lahir pada 14 April 1979 di Temboro, Jawa Timur.
Ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat di bidang Al-Qur’an, di antaranya:Tahfizh Qur’an Haramain Madinah Al-Munawwarah, Tahfizh Qur’an WhatsApp Bekasi, Takhossus Qiro’ah Imam Al-Kisai Riwayat Imam Ad-Duri, Daurotul Hadits Al Fatah Temboro, Pesantren Tahfizh dan ‘Alim Al Fatah Temboro, Jawa Timur, MAPK Madrasah Aliyah Program Khusus, MAN 1 Tanjung Karang Lampung, Pesantren Darussalam Tegineneng Lampung.
Selain itu, ia juga aktif sebagai:Pengajar Takhossus Tajwid Pesantren Al Fatah Temboro, Pengajar Tahsin Online Barokah Haromain, Pemateri seminar metode menghafal Al-Qur’an Al-Mahmudi, Imam tarawih 30 juz semalam suntuk
Dalam aktivitas sehari-hari, ia menguasai beberapa bahasa, di antaranya Jawa, Sunda, Indonesia, Arab, dan Inggris.
Pondok Pesantren Al Ihsan Appanang beralamat di:Jl. Appanang Raya, Kelurahan Appanang, Kecamatan LiliriajaKabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan 90861
Pesantren ini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terus berkembang di wilayah tersebut dengan fokus pada pembinaan hafalan Al-Qur’an dan pendidikan keislaman bagi generasi muda.
(Red)



