Pemkot Makassar Gelar Buka Puasa Bersama Ribuan Anak Panti Asuhan di Masjid Al-Markaz, Momentum Perkuat Kepedulian Sosial -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Pemkot Makassar Gelar Buka Puasa Bersama Ribuan Anak Panti Asuhan di Masjid Al-Markaz, Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

    Kabartujuhsatu
    Senin, 09 Maret 2026, Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T16:09:42Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,– Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Al-Markaz Al Islami Makassar saat Pemerintah Kota Makassar menggelar kegiatan Sehari Bersama Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta peringatan Nuzulul Qur’an, Senin (9/3/2026).


    Kegiatan yang berlangsung di salah satu masjid terbesar di Kota Makassar tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk mempererat kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan.


    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta jajaran kepala SKPD, camat, dan lurah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.


    Rangkaian kegiatan dimulai dengan silaturahmi bersama anak-anak panti asuhan, pemberian santunan dan infaq, buka puasa bersama, hingga pelaksanaan salat tarawih berjamaah.


    Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mengundang ribuan anak panti asuhan dari berbagai wilayah di Kota Makassar.


    Tercatat sebanyak 76 panti asuhan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan jumlah peserta mencapai 152 pembina atau pengurus panti serta 2.829 anak panti asuhan atau anak yatim. Jika ditambah para pendamping, total peserta yang hadir mencapai 3.152 orang.


    Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang penuh makna, di mana anak-anak panti asuhan dapat merasakan perhatian, kebahagiaan, dan kepedulian dari pemerintah maupun masyarakat di bulan suci Ramadan.


    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.


    Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan kehadiran negara tanpa memandang latar belakang maupun kondisi sosial.


    “Nilai berbagi dan kebersamaan harus terus kita jaga, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Munafri.


    Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat dua hubungan utama dalam kehidupan manusia, yaitu hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan dengan Allah SWT).


    “Ini adalah sebuah kegiatan yang memberikan dua hubungan yang kita bangun bersama, yaitu hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Sang Pencipta,” kata Munafri.


    Munafri menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh perangkat daerah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat.


    Terutama bagi anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.


    “Hari ini Pemerintah Kota Makassar hadir bersama anak-anak kita, keluarga besar panti asuhan yang ada di Kota Makassar, untuk saling berbagi, membangun empati, memperkuat ukhuwah, dan mempererat silaturahmi,” tuturnya.


    Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang keluarga, termasuk anak-anak yang tumbuh di lingkungan panti asuhan.


    “Kita ingin memperlihatkan bahwa pemerintah akan selalu hadir di tengah keluarga yang ada di Kota Makassar tanpa membeda-bedakan apakah dia berasal dari keluarga atau dari panti asuhan,” jelasnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Munafri menekankan bahwa anak-anak panti asuhan memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya, baik dalam hal pendidikan, kehidupan yang layak, maupun perhatian dari pemerintah.


    Ia menegaskan bahwa anak-anak panti tidak boleh menjadi kelompok yang terabaikan dalam pembangunan.


    “Anak-anak panti hari ini tidak boleh menjadi anak-anak yang terabaikan oleh pemerintah. Mereka juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, penghidupan yang layak, dan perhatian yang penuh dari pemerintah,” tegasnya.


    Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar akan terus membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak panti asuhan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas serta kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.


    Munafri juga mengajak anak-anak panti asuhan untuk tidak merasa rendah diri dan tetap percaya diri dalam meraih cita-cita.


    Ia meyakini bahwa dari anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut suatu saat akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang akan berkontribusi bagi pembangunan Kota Makassar maupun Indonesia.


    “Biarkan anak-anak panti ini juga punya cita-cita yang tinggi dan harapan besar untuk ikut melaksanakan pembangunan yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.


    “Suatu saat nanti dari anak-anak yang hadir di sini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, baik di Kota Makassar maupun di Indonesia,” lanjutnya.


    Munafri juga berharap momentum peringatan Nuzulul Qur’an tersebut dapat melahirkan generasi Qurani yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.


    Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan.


    Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


    “Saya berharap semangat kebersamaan dan ukhuwah yang terbangun melalui kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat persatuan masyarakat Kota Makassar serta mendorong kita bersama membangun kota yang lebih religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial,” ujarnya.


    Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas sosial, khususnya dalam membantu anak-anak panti asuhan dan kaum dhuafa di Kota Makassar selama bulan suci Ramadan. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini