Pemkot Makassar dan Kemenhub Percepat Revitalisasi Terminal Daya Tipe A, Target Jadi Simpul Transportasi Modern Indonesia Timur
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Pemkot Makassar dan Kemenhub Percepat Revitalisasi Terminal Daya Tipe A, Target Jadi Simpul Transportasi Modern Indonesia Timur

    Kabartujuhsatu
    Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T19:14:26Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,  Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mematangkan langkah percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A.


    Proses ini difokuskan pada penyelesaian pengalihan aset sebagai fondasi utama pembenahan terminal terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut.


    Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Pengalihan Terminal Penumpang Tipe A Terminal Daya yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Toni Tauladan, di Balaikota Makassar, Selasa (3/3/2026).


    Revitalisasi Terminal Daya diproyeksikan bukan sekadar pembaruan fisik infrastruktur, tetapi sebagai langkah strategis menjadikan terminal tersebut sebagai simpul transportasi regional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.


    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa percepatan proses pengalihan aset menjadi kunci utama agar revitalisasi Terminal Daya dapat segera direalisasikan.


    “Proses pengalihan ini menjadi inti dari semua persoalan yang akan kita selesaikan di tempat ini. Kami ingin memastikan pada saat peralihan tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal, aset harus clear and clean,” tegasnya.


    Saat ini, proses penyerahan aset dari Perumda Terminal kepada Pemerintah Kota Makassar masih dalam tahap audit. Audit tersebut bertujuan memastikan status lahan dan administrasi benar-benar tuntas sebelum nantinya diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.


    Secara regulasi, aset Terminal Daya sebelumnya telah diserahkan kepada Perumda Terminal melalui Peraturan Daerah (Perda). Karena itu, proses pengambilalihan kembali juga harus melalui mekanisme Perda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    Munafri menegaskan, penyelesaian aspek legal dan administrasi akan menjadi pondasi kuat agar revitalisasi berjalan tanpa hambatan di kemudian hari.


    Dalam konsep revitalisasi, Terminal Daya akan dikembangkan menjadi terminal terintegrasi yang melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dengan fasilitas yang lebih modern dan tertata.


    Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Toni Tauladan, menjelaskan bahwa berdasarkan data Ditjen Hubdat, saat ini terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP yang berizin resmi dan beroperasi di Terminal Daya.


    Hal ini menunjukkan bahwa permintaan angkutan antarprovinsi dari dan menuju Makassar masih cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui dukungan APBN siap mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi terminal tersebut.


    “Kita akan menggunakan identifikasi kebutuhan minimal seperti gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, dan area pengendapan bus,” ujarnya.


    Berdasarkan identifikasi kebutuhan, revitalisasi Terminal Daya Tipe A diperkirakan membutuhkan sekitar 12 hektare dari total hampir 14 hektare luas kawasan terminal saat ini.


    Fasilitas yang direncanakan meliputi:


    Area kedatangan yang representatif


    Area ramp check untuk pemeriksaan kelaikan armada


    Ruang tunggu penumpang yang nyaman dan modern


    Area pengendapan bus untuk pengaturan jadwal (timetable)


    Kemenhub juga akan menyusun timeline pelaksanaan revitalisasi, sembari menunggu penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemkot Makassar.


    Sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi transportasi, Pemkot Makassar berkomitmen menyiapkan terminal tipe C sebagai simpul angkutan kota (feeder).



    Munafri bahkan menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang akan menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.


    Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas dalam kota sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih tertata.


    Makassar sebagai kota dagang dan jasa membutuhkan sistem mobilisasi lalu lintas yang signifikan dan terintegrasi. Revitalisasi terminal diharapkan mampu mendukung kebutuhan sektor logistik dan komersial yang terus berkembang.


    “Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” tutur Munafri.


    Meski revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh, Kemenhub memastikan bahwa kerja sama ekonomi yang telah berjalan antara Perumda Terminal dan pelaku usaha di kawasan tersebut tetap dapat dilanjutkan.


    Toni Tauladan mengapresiasi pertumbuhan ruang-ruang ekonomi masyarakat di sekitar Terminal Daya. Menurutnya, tidak seluruh kawasan akan masuk dalam skema P3D.


    “Tidak sampai 12 hektare pastinya yang akan di-P3D-kan. Selebihnya kerja sama dengan Perumda ini merupakan poin keunggulan daripada terminal-terminal yang lain,” jelasnya.


    Ia berharap, revitalisasi tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar terminal.


    Dalam waktu dekat, menjelang masa angkutan Lebaran, Kementerian Perhubungan juga akan menurunkan tim pengawasan untuk melakukan ramp check dan pemeriksaan kelaikan armada di Terminal Daya.


    Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan keamanan penumpang, terutama saat lonjakan arus mudik dan balik Lebaran.


    Kolaborasi lintas pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar Terminal Daya dapat segera berfungsi optimal sebagai simpul transportasi modern dan terintegrasi di Kota Makassar.


    “Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin bisa memaksimalkan aset ini untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkas Munafri.


    Dengan percepatan pengalihan aset dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, revitalisasi Terminal Daya diharapkan menjadi tonggak penting transformasi sistem transportasi publik di Indonesia Timur.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini