Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menerima audiensi dari perwakilan Cities and Transport British Embassy Jakarta dalam rangka membahas dukungan program UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions) bersama Pemerintah Kota Makassar. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.
Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi, khususnya di sektor transportasi dan tata ruang kota.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah perkembangan kawasan Sudirman Loop yang saat ini tengah dirancang sebagai salah satu kawasan strategis perkotaan di Makassar. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas perkotaan yang modern dengan konsep perencanaan yang lebih terintegrasi antara ruang kota dan sistem transportasi.
Pemerintah Kota Makassar melihat pengembangan Sudirman Loop sebagai langkah penting dalam menciptakan kawasan yang tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan sistem mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang matang, kawasan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan kota yang berorientasi pada transportasi publik.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di Kota Makassar. Konsep TOD merupakan pendekatan perencanaan kota yang mengintegrasikan pembangunan kawasan dengan sistem transportasi publik yang efisien dan terhubung secara langsung dengan berbagai fasilitas perkotaan.
Melalui konsep ini, pengembangan kawasan kota difokuskan pada kemudahan akses terhadap transportasi publik sehingga masyarakat dapat bergerak dengan lebih cepat, mudah, dan terjangkau. Selain itu, penerapan konsep TOD juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi serta mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Dalam konteks pembangunan kota berkelanjutan, pendekatan ini juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon di sektor transportasi. Dengan meningkatnya penggunaan transportasi publik, diharapkan kualitas udara di kawasan perkotaan dapat semakin membaik sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali.
Melalui dukungan program UK PACT, Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat memperoleh berbagai bentuk pendampingan teknis, termasuk berbagi pengalaman internasional dalam pengembangan kota yang berkelanjutan. Program ini juga memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas dalam merancang kebijakan dan perencanaan kawasan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik.
Selain itu, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dari berbagai kota di dunia yang telah lebih dahulu menerapkan konsep pembangunan kota berbasis transportasi publik.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyambut baik audiensi tersebut dan menilai bahwa kerja sama dengan berbagai pihak internasional merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan kawasan perkotaan di Makassar perlu dilakukan dengan pendekatan yang terencana dan terintegrasi agar mampu menjawab berbagai tantangan urbanisasi yang semakin kompleks, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan terhadap ruang kota yang lebih berkualitas.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat mempercepat implementasi berbagai konsep pembangunan kota modern yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, efisiensi transportasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pertemuan antara Dinas PU Kota Makassar dan perwakilan British Embassy Jakarta tersebut juga menjadi langkah awal untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama lanjutan yang dapat mendukung pengembangan kawasan perkotaan di Makassar. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai program konkret yang dapat memperkuat sistem transportasi perkotaan serta menciptakan kawasan kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan mitra internasional, Kota Makassar diharapkan dapat terus berkembang menjadi kota metropolitan yang modern, ramah lingkungan, serta mampu memberikan pelayanan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat.
(Red)









