Gugur di Tanah Misi Damai, Prajurit TNI Asal Yogyakarta Tinggalkan Duka Mendalam bagi Bangsa -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Gugur di Tanah Misi Damai, Prajurit TNI Asal Yogyakarta Tinggalkan Duka Mendalam bagi Bangsa

    Kabartujuhsatu
    Senin, 30 Maret 2026, Maret 30, 2026 WIB Last Updated 2026-03-30T15:04:10Z
    masukkan script iklan disini


    Banda Aceh, Kabartujuhsatu.news, Duka mendalam kembali menyelimuti Indonesia. Seorang prajurit terbaik bangsa, Praka Farizal Romadhon (28), anggota Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti, gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.


    Kabar pilu ini sontak mengguncang berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, tokoh politik, hingga masyarakat luas. Ucapan belasungkawa pun mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang gugur dalam tugas negara.


    Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, turut menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian prajurit muda tersebut. Ia menilai kepergian Farizal merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.


    “Atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan Aceh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Praka Farizal Romadhon,” ujar Jamaluddin, Senin (30/3/2026).


    Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh itu, almarhum gugur dalam tugas suci menjaga perdamaian dunia—sebuah kehormatan sekaligus pengabdian tertinggi seorang prajurit.


    “Ini adalah kehilangan besar bagi bangsa, khususnya Kodam Iskandar Muda yang kehilangan salah satu prajurit terbaiknya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” lanjutnya.


    Peristiwa tragis tersebut terjadi di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026) malam waktu setempat. Saat itu, posisi penjagaan pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terkena serangan artileri di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.


    Berdasarkan keterangan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), proyektil meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik bersenjata.


    Ledakan tersebut mengakibatkan satu personel penjaga perdamaian asal Indonesia gugur, yakni Praka Farizal Romadhon.


    Dentuman keras yang mengguncang pos penjagaan tidak hanya merenggut nyawa seorang prajurit, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, serta seluruh rakyat Indonesia.


    Praka Farizal Romadhon diketahui merupakan putra kelahiran Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia bergabung menjadi prajurit TNI pada tahun 2017 dan memulai pengabdian di Yonif RK 113/Jaya Sakti.


    Selama berdinas, Farizal dikenal sebagai sosok disiplin, berdedikasi tinggi, dan memiliki semangat pengabdian yang kuat. Berkat kinerja dan loyalitasnya, ia terpilih untuk bergabung dalam misi internasional bersama pasukan perdamaian dunia.


    Pada Februari 2026, ia resmi diberangkatkan ke Lebanon sebagai bagian dari kontingen Indonesia dalam misi UNIFIL.


    Di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, Farizal mengemban amanah negara dengan penuh tanggung jawab, berdiri di garis depan konflik demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.


    Kepergian Praka Farizal menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan internasional.


    Di balik baret biru yang dikenakan pasukan penjaga perdamaian, tersimpan keberanian, pengorbanan, serta dedikasi tanpa batas demi menciptakan dunia yang lebih aman.


    Pemerintah Indonesia saat ini masih melakukan koordinasi dengan otoritas terkait di Lebanon serta pihak PBB untuk proses pemulangan jenazah ke tanah air.


    Gugurnya Farizal Romadhon menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang wafat saat menjalankan tugas perdamaian dunia.


    Namun, semangat dan pengabdiannya tidak akan pernah padam. Ia akan selalu dikenang sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang mengorbankan jiwa dan raga demi kehormatan negara.


    Indonesia berduka.Satu lagi penjaga perdamaian telah gugur.


    Namun, pengabdiannya akan terus hidup, menjadi cahaya bagi langkah bangsa dalam menjaga perdamaian dunia.


    (Rifki)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini