Dari Tanah Ulo untuk Libureng, Perjalanan Hidup Rahmatullah Putra Petani yang Mengabdikan Diri untuk Masyarakat -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Dari Tanah Ulo untuk Libureng, Perjalanan Hidup Rahmatullah Putra Petani yang Mengabdikan Diri untuk Masyarakat

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 27 Maret 2026, Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T04:56:27Z
    masukkan script iklan disini


    Barru, Kabartujuhsatu.news, Di sebuah dusun yang tenang, di tengah hamparan sawah dan kehidupan masyarakat yang sederhana, lahirlah seorang putra daerah yang kini menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Libureng.


    Dari Dusun Ulo, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, nama Rahmatullah tumbuh bersama denyut kehidupan rakyat kecil, memahami arti perjuangan sejak usia dini, dan mengukir perjalanan hidup yang penuh ketekunan hingga dipercaya memegang amanah kepemimpinan.


    Lahir pada 13 November 1978 di Tanete Riaja, Rahmatullah bukanlah sosok yang datang dari kemewahan. Ia tumbuh dari keluarga petani yang hidup dengan kesederhanaan, kerja keras, dan kebersamaan. Sejak kecil, ia telah akrab dengan peluh di ladang, suara cangkul di pagi hari, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan orang tua.


    Kejujuran, ketekunan, serta semangat gotong royong bukan hanya sekadar kata-kata baginya, tetapi telah menjadi bagian dari darah dan jiwanya.


    Di mata masyarakat sekitar, Rahmatullah dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, sederhana, dan dekat dengan warga. Ia adalah sosok yang tidak pernah melupakan akar tempat ia dibesarkan.


    “Orang yang besar adalah orang yang tidak lupa dari mana ia berasal,” demikian prinsip hidup yang selama ini tercermin dari langkah-langkah pengabdiannya.


    Perjalanan hidup Rahmatullah adalah gambaran nyata dari perjuangan seorang anak kampung yang membangun masa depan dengan kerja keras.


    Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Ulo, yang diselesaikan pada tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Ralla dan lulus pada 1995. Semangat belajarnya terus membawanya melangkah lebih jauh hingga menamatkan pendidikan di SMU Negeri 5 Ujung Pandang pada 1997.


    Tak berhenti di sana, ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Negeri Makassar dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2002.


    Bekal pendidikan dan semangat juangnya kemudian mengantarkan Rahmatullah memasuki dunia kerja.


    Karier profesionalnya dimulai dari posisi yang sederhana, namun penuh tanggung jawab. Pada 2006 hingga 2007, ia bekerja sebagai Staff Quality Control di PT Bulungan Lestari Mandiri, Kalimantan Utara. Di sana, ia bertugas memastikan standar mutu dan kualitas produksi berjalan sesuai ketentuan.


    Bagi Rahmatullah, pekerjaan bukan sekadar mencari nafkah, melainkan tempat menempa diri, membangun disiplin, dan belajar memikul tanggung jawab.


    Kemudian pada 2007 hingga 2009, ia bergabung dengan PT Dewanto Cipta Pratama di Samarinda pada bagian logistik. Pengalaman ini semakin memperluas wawasan dan kemampuannya dalam mengelola sistem distribusi, koordinasi tim, serta penyelesaian persoalan lapangan.


    Kepercayaan terus datang seiring integritas dan dedikasi yang ia tunjukkan.


    Puncaknya, sejak 2011 hingga 2024, Rahmatullah dipercaya sebagai Kepala Cabang Sub pada perusahaan distribusi yang bermitra dengan PT Semen Tonasa di Makassar.


    Lebih dari satu dekade, ia memimpin operasional cabang, mengelola tim kerja, memastikan target distribusi tercapai, serta menjaga kepercayaan perusahaan dan mitra.


    Pengalaman panjang ini membentuk dirinya menjadi sosok pemimpin yang tegas, matang dalam mengambil keputusan, namun tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.


    Meski berkarier di dunia profesional selama bertahun-tahun, hati Rahmatullah tidak pernah jauh dari kampung halaman.


    Desa Libureng selalu menjadi tempat yang hidup di dalam pikirannya.


    Di tengah aktivitas kerja, ia tetap aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Bentuk pengabdiannya terlihat dari keterlibatannya sebagai Ketua BUMDes Libureng (2011–2012) dan kini kembali dipercaya sebagai Ketua BUMDes Bersatu Desa Libureng (2024–2029).


    Melalui BUMDes, ia hadir untuk memperkuat ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha Desa, dan memastikan potensi lokal dapat dikelola untuk kesejahteraan bersama.


    Baginya, Desa tidak boleh hanya menjadi tempat tinggal, tetapi harus menjadi sumber kehidupan yang mampu mengangkat harkat masyarakatnya.


    Komitmen Rahmatullah terhadap masyarakat bukanlah sesuatu yang baru muncul hari ini.


    Sejak masa muda, ia telah terbiasa hidup dalam dunia organisasi dan pengabdian sosial.


    Ia pernah menjadi:


    Ketua Remaja Masjid Mubarak Ulo (1995–1998). 


    Ketua Bidang GAPEMBAR (1998–2023)
    Ketua KOPEL Kecamatan Tanete Riaja (1999–2021). 


    Sekretaris IPMATARI (1999–2022)
    Ketua Panitia Pembangunan Masjid Mubarak Ulo (2014–sekarang). 


    Rekam jejak panjang ini menjadi bukti bahwa Rahmatullah adalah sosok yang tumbuh bersama masyarakat, memahami denyut persoalan warga, dan terbiasa bekerja dalam semangat kebersamaan.


    Ia hadir bukan sebagai orang baru, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang desa itu sendiri.


    Rahmatullah melihat Desa Libureng memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.


    Namun menurutnya, potensi itu harus didukung oleh tata kelola pemerintahan yang bersih, pelayanan administrasi yang cepat, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan.


    Dengan keyakinan dan niat tulus, ia membawa visi besar:


    “Dengan ridho Allah SWT, Libureng sejahtera, petani dan peternak dipermudah, hasil dibeli, pemuda sipakatau, pasar hidup, persatuan dan gotong royong terjaga".


    Visi ini diringkas dalam satu semangat besar:


    “Desa Libureng Sejahtera: Pertanian Kuat, Pemuda Bersatu, Pasar Hidup, Gotong Royong Terjaga".


    Visi tersebut bukan sekadar slogan, tetapi lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.


    Program prioritas yang disiapkannya meliputi transparansi Dana Desa, pembangunan jalan usaha tani, penguatan BUMDes, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan Desa Digital. 


    Di balik semua pencapaiannya, Rahmatullah tetaplah seorang kepala keluarga yang sederhana.


    Ia adalah suami dari Sri Mulyawaty Yunus, S.Pd.SD., M.Pd., seorang PNS yang juga dikenal berdedikasi di bidang pendidikan.


    Bersama keluarga, ia membesarkan tiga anak tercinta: Nabil Firjatullah, Amira Rasy, dan Alena Lino Rasy.


    Bagi Rahmatullah, jabatan bukanlah kebanggaan, melainkan amanah.


    Ia percaya bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang hadir di tengah rakyat, mendengar suara masyarakat, dan bekerja nyata untuk kesejahteraan bersama.


    “Desa harus dikelola dengan hati, kejujuran, dan kerja nyata,” tegasnya.


    Kini, masyarakat Libureng menatap masa depan dengan harapan baru.


    Harapan akan hadirnya pemimpin yang lahir dari rakyat, memahami penderitaan rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat.


    Dari tanah Ulo, sebuah kisah perjuangan itu terus tumbuh.


    Dan di hati masyarakat, nama Rahmatullah perlahan menjadi simbol harapan untuk Libureng yang lebih baik.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini