BPBD Makassar Gelar Simulasi Bencana, Munafri Ingatkan Warga Soal Antisipasi Cuaca Ekstrem -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    BPBD Makassar Gelar Simulasi Bencana, Munafri Ingatkan Warga Soal Antisipasi Cuaca Ekstrem

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T08:44:57Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor swasta dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Kota Makassar.


    Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Simulasi Bencana Dasar yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Komunitas Kemakmuran Utara Makassar di Jalan Teuku Umar, Sabtu (7/3/2026).


    Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan bahwa mitigasi bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan berbagai elemen sangat diperlukan agar kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat semakin kuat.


    “Kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Pemerintah, swasta, masyarakat, dan komunitas harus bersinergi, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem atau bencana musiman agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Appi.


    Menurut Munafri, simulasi kebencanaan merupakan langkah penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami prosedur keselamatan ketika terjadi bencana.


    Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dimiliki oleh seluruh masyarakat karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu.


    “Bencana tidak pernah memilih waktu. Bisa saja terjadi saat kita sedang berpuasa, malam hari, bahkan ketika masyarakat sedang beraktivitas seperti biasa. Karena itu dibutuhkan antisipasi yang baik,” jelasnya.


    Melalui kegiatan simulasi yang dilaksanakan oleh BPBD Makassar, masyarakat diharapkan dapat mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing sekaligus mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat situasi darurat.


    Munafri juga mengingatkan bahwa potensi bencana tidak selalu berupa gempa bumi atau angin puting beliung. Banyak kejadian yang sebenarnya dapat dicegah melalui langkah mitigasi sederhana di lingkungan masyarakat.


    Ia mencontohkan kondisi saluran air yang tersumbat yang dapat memicu banjir, hingga bangunan rumah yang berada di jalur evakuasi yang tidak memenuhi standar keselamatan.


    “Bencana juga bisa dicegah dengan memperhatikan hal-hal kecil seperti saluran air yang tersumbat yang dapat menyebabkan banjir,” katanya.


    Beberapa kejadian yang sering terjadi di Makassar antara lain banjir, genangan air, dan pohon tumbang yang kerap terjadi di sejumlah wilayah seperti Paccerakkang di Kecamatan Biringkanaya serta Blok 8 dan 10 di Kecamatan Manggala.


    Dalam kondisi tersebut, masyarakat diminta memahami prosedur keselamatan, termasuk mengantisipasi bahaya seperti aliran listrik yang terendam air serta mengetahui kapan harus melakukan evakuasi.


    “Kalau air sudah mencapai ketinggian tertentu atau kondisi sudah berbahaya, masyarakat harus tahu kapan harus meninggalkan rumah dan mengungsi demi keselamatan,” jelas Appi.


    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan bahwa kegiatan simulasi tersebut merupakan bagian dari program penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di Kota Makassar.


    Menurut Fadli, program ini melibatkan berbagai kecamatan yang dibagi dalam tiga kelompok kawasan kemakmuran di Makassar.


    “Program ini terbagi menjadi tiga wilayah. Pertama Kemakmuran Utara Makassar yang mencakup lima kecamatan, kedua Kemakmuran Selatan Makassar dengan empat kecamatan, dan ketiga Kemakmuran Timur Makassar yang juga meliputi empat kecamatan,” ujarnya.


    Selain simulasi kebencanaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial seperti pasar murah bagi masyarakat dan buka puasa bersama.


    Dalam program tersebut, BPBD Makassar juga membentuk Kelurahan Tangguh Bencana yang melibatkan sekitar 20 orang relawan dari setiap kelurahan.


    Para relawan akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan kebencanaan sehingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.


    “Setiap kelurahan ada sekitar 20 orang yang akan kita bina dan bekali pengetahuan kebencanaan. Jadi ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal,” jelas Fadli.


    Fadli menambahkan, sebagian besar relawan berasal dari berbagai komunitas masyarakat, mulai dari komunitas penjahit, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga komunitas perikanan.


    Dengan latar belakang tersebut, para relawan diharapkan tidak hanya berperan dalam penanggulangan bencana, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat secara mandiri.


    “Mereka rata-rata sudah punya komunitas seperti penjahit, UKM, hingga perikanan. Jadi sebenarnya mereka sudah bisa berjalan mandiri,” tuturnya.


    Menurut Fadli, BPBD hanya membantu dalam pembinaan, termasuk memberikan pendampingan dalam penyusunan proposal serta akses bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.


    Ia berharap program ini dapat memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi dan menanggulangi potensi bencana di lingkungan masing-masing.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini