Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Soppeng tidak hanya menjadi tempat pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran edukatif bagi anak-anak usia dini. Hal ini terlihat dari kunjungan peserta didik TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng melalui kegiatan Outing Class yang dikemas dengan berbagai aktivitas menarik dan penuh edukasi. Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta didik Kelompok B3, A1, dan A2 dengan pendampingan para wali kelas serta orang tua murid. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan sekolah.
Keseruan kegiatan sudah terlihat sejak awal perjalanan. Sebelum mengunjungi Rutan, anak-anak diajak berkeliling Kota Soppeng menggunakan odong-odong. Dengan wajah ceria, mereka bernyanyi bersama lagu "Saya Pergi Tamasya" sepanjang perjalanan.
Tiba di Rutan Kelas IIB Soppeng yang berlokasi di Jalan Pengayoman, Watansoppeng, rombongan disambut hangat oleh jajaran pegawai dan mahasiswa yang sedang menjalani program magang.
Pengelola Data dan Informasi, Andi Santi Malfianti, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi atas kunjungan keluarga besar TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi anak-anak sekaligus memperkenalkan lingkungan Rutan melalui pendekatan yang ramah, positif, dan menyenangkan.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Arman, S.Sos., memberikan penjelasan sederhana mengenai keberadaan dan fungsi Rutan. Anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya aturan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan pendidikan karakter juga diperkuat oleh Hj. Amriani, S.Pd., selaku guru TK Negeri Lamung Patue. Ia mengajak anak-anak menjaga ketertiban, memperhatikan arahan, dan mengikuti setiap kegiatan dengan penuh antusias.
Untuk membangun suasana akrab, anak-anak diajak meneriakkan yel-yel kebanggaan sekolah. Kegiatan semakin semarak ketika mereka menyanyikan lagu bertema anti-perundungan yang mengajarkan pentingnya saling menyayangi, tidak mengejek, dan menghargai teman.
Belajar Mencintai Lingkungan Melalui Tanam Kangkung
Tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai lingkungan Rutan, peserta didik juga memperoleh pengalaman menarik melalui kegiatan bercocok tanam.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal tanaman sayuran dengan praktik menanam kangkung. Mereka diperkenalkan pada media tanam, proses memasukkan benih, serta cara sederhana merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.
Pembelajaran kemudian diarahkan pada pengenalan tahapan pertumbuhan kangkung, mulai dari benih, tunas, tanaman yang semakin besar, hingga siap dipanen.
Melalui pengalaman menanam hingga panen, anak-anak diajak memahami bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian, air, sinar matahari, dan perawatan yang teratur.
Nilai edukasi yang ingin ditanamkan bukan sekadar mengenalkan jenis sayuran, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, mencintai tanaman, serta menghargai proses untuk memperoleh hasil.
Bagi anak usia dini, pengalaman menyentuh tanah, mengenal benih, dan melihat proses pertumbuhan tanaman menjadi pembelajaran konkret yang lebih mudah dipahami dibandingkan hanya menerima penjelasan di dalam kelas.
Selain kegiatan pertanian, pihak Rutan juga menyiapkan aktivitas mewarnai gambar. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, melatih konsentrasi, serta mengekspresikan imajinasi melalui warna.
Pembelajaran di Luar Kelas yang Sarat Makna
Kunjungan TK Negeri Lamung Patue ke Rutan Kelas IIB Soppeng memperlihatkan bahwa ruang belajar anak dapat hadir di berbagai tempat dan melalui beragam pengalaman.
Perpaduan pengenalan kedisiplinan, pendidikan antiperundungan, kegiatan mewarnai, serta praktik pertanian memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Outing Class tersebut.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya membawa pulang cerita menyenangkan dari kunjungan mereka, tetapi juga memperoleh pelajaran tentang tata tertib, kebersamaan, kepedulian terhadap sesama, dan kecintaan terhadap lingkungan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan anak usia dini yang lebih dekat dengan kehidupan nyata, melalui prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.
(Red)




