Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kelak, mungkin mereka akan bercerita bahwa pernah hadir pemimpin yang membuka jalan bagi masa depan mereka.
Kisah itu datang dari sebuah keluarga di Kabupaten Soppeng. Tujuh bersaudara hidup bersama kedua orangtuanya dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni. Hari-hari dilalui dalam keterbatasan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum pun terkadang tidak mudah.
Di tengah kondisi tersebut, pendidikan menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Bukan karena mereka tidak memiliki keinginan untuk bersekolah, tetapi karena keadaan ekonomi keluarga membuat kebutuhan pendidikan harus berhadapan dengan kebutuhan dasar sehari-hari.
Namun, secercah harapan akhirnya datang.
Tim dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 64 Watansoppeng mendatangi keluarga tersebut untuk melakukan pendataan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, agar mereka dapat memperoleh kesempatan bersekolah pada tahun ajaran 2026.
Bagi keluarga tersebut, kunjungan itu bukan sekadar pendataan. Ada harapan baru yang mulai tumbuh, harapan bahwa anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Perwakilan rakyat, Rusdiaman Tahir, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng.
“Kelak mereka akan bercerita bahwa di negeri ini pernah hadir pemimpin yang ikhlas untuk membangun masa depan mereka,” ungkapnya.
Ia menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng.
“Terima kasih telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng,” ujar Rusdiaman Tahir anggota Fraksi Partai Gerindra kabupaten Soppeng. Rabu (16/9/2026).
Bagi tujuh bersaudara itu, langkah kecil berupa pendataan hari ini bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih baik.
Sebab pendidikan bukan hanya tentang duduk di bangku sekolah. Pendidikan adalah tentang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermimpi, tumbuh, dan menentukan masa depan mereka sendiri.
(Red)
