Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Dunia usaha di Kabupaten Soppeng dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui dukungan terhadap sektor pendidikan.
BRI dan Perseroda Soppeng pun didorong tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis dan keuntungan, tetapi ikut mengambil bagian dalam membangun generasi unggul yang akan menjadi penggerak ekonomi daerah di masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, menyikapi perhatian dunia usaha terhadap siswa berprestasi di daerah. Jum'at (11/9/2026).
Salah satu langkah yang mendapat apresiasi adalah dukungan BRI Soppeng terhadap Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang berhasil menembus Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ekonomi.
Menjelang keberangkatannya ke tingkat nasional, Pinca BRI Soppeng mengundang Andi Jo untuk berdiskusi sekaligus memberikan wawasan mengenai ekonomi.
Menurut Nurmal, pertemuan tersebut tidak semestinya dilihat sebagai kegiatan biasa.
Di balik pertemuan itu terdapat ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha yang dinilai perlu terus diperluas.
“Siswa berprestasi tidak semestinya hanya diberi ucapan selamat ketika menang. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar, mengenal dunia profesional, memahami persoalan ekonomi secara nyata, sekaligus membangun jejaring sejak dini,” demikian gagasan yang disampaikan dalam pandangan tersebut.
Ia menilai pola kolaborasi seperti itu dapat menjadi contoh bagaimana dunia usaha mengambil peran lebih jauh dalam pengembangan SDM.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan juga idealnya tidak berhenti pada bantuan sesaat maupun kegiatan seremonial.
Perseroda Soppeng, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih berkelanjutan.
Mulai dari beasiswa, literasi keuangan, pendidikan kewirausahaan, mentoring bisnis, pendampingan UMKM pelajar hingga dukungan khusus bagi siswa berprestasi.
“Pemerintah menyediakan kebijakan dan ekosistem. Sekolah menyiapkan pengetahuan dan karakter. Sementara dunia usaha dapat memberikan pengalaman, akses, jejaring, teknologi, sekaligus perspektif dunia kerja yang tidak selalu diperoleh siswa di ruang kelas,” menjadi gagasan utama yang disampaikan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena kekuatan ekonomi daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal.
Ekonomi juga membutuhkan manusia yang mampu mengelola modal, menciptakan inovasi, membaca peluang dan mengambil keputusan dengan pengetahuan yang memadai.
Karena itu, BRI dan Perseroda Soppeng dinilai memiliki peluang untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kualitas SDM.
Keuntungan bisnis dapat dihitung melalui laporan keuangan setiap tahun. Namun, investasi pendidikan memiliki dampak yang jauh lebih panjang.
Hasilnya dapat terlihat dalam bentuk lahirnya tenaga kerja berkualitas, pengusaha muda, inovasi, hingga calon pemimpin ekonomi Soppeng di masa mendatang.
“Ekonomi hari ini mungkin menghasilkan keuntungan. Tetapi kepedulian terhadap pendidikan akan menentukan siapa yang menikmati masa depan ekonomi Soppeng,” demikian pesan yang mengemuka.
Dengan demikian, perhatian dunia usaha terhadap pendidikan diharapkan tidak berhenti pada satu momentum.
Sebaliknya, dukungan tersebut diharapkan berkembang menjadi investasi SDM yang terencana, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Soppeng.
(Red)
