Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Membangun ekonomi Soppeng tidak cukup hanya dengan mengejar angka pertumbuhan, memperbesar perdagangan, mendorong UMKM, atau berbicara tentang investasi. Ada investasi yang jauh lebih menentukan masa depan daerah: investasi pada manusia melalui pendidikan.
Karena itu, ketika dunia usaha mulai memberi perhatian terhadap pendidikan, langkah tersebut patut diapresiasi. Kehadiran BRI dan Perseroda Soppeng semestinya tidak hanya dilihat dari kacamata bisnis, tetapi juga dari sejauh mana kedua institusi tersebut mampu menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Bumi Latemmamala.
Salah satu contoh menarik terlihat dari dukungan BRI Soppeng kepada Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang berhasil menembus Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ekonomi.
Menjelang keberangkatannya ke tingkat nasional, Pinca BRI Soppeng mengundang Andi Jo untuk berdiskusi sekaligus memberikan wawasan mengenai ekonomi.
Sekilas, pertemuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun jika dibaca lebih jauh, ada pesan strategis di baliknya.
Dunia perbankan sedang membuka ruang dialog dengan generasi yang kelak akan menjadi pelaku ekonomi.
Di sinilah model kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi penting. Siswa berprestasi tidak semestinya hanya diberi ucapan selamat ketika menang. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar, mengenal dunia profesional, memahami persoalan ekonomi secara nyata, sekaligus membangun jejaring sejak dini.
Hal serupa idealnya juga dikembangkan oleh Perseroda Soppeng.
Kepedulian terhadap pendidikan jangan berhenti pada bantuan sesaat atau seremoni. Jika ingin memberikan dampak yang lebih panjang, dukungan tersebut dapat dikembangkan menjadi program yang berkelanjutan: beasiswa, literasi keuangan, pendidikan kewirausahaan, mentoring bisnis, pendampingan UMKM pelajar hingga dukungan khusus bagi siswa-siswa berprestasi.
Soppeng membutuhkan lebih banyak model kolaborasi semacam ini.
Pemerintah menyediakan kebijakan dan ekosistem. Sekolah menyiapkan pengetahuan dan karakter. Sementara dunia usaha dapat memberikan pengalaman, akses, jejaring, teknologi, sekaligus perspektif dunia kerja yang tidak selalu diperoleh siswa di ruang kelas.
Sebab ekonomi yang kuat pada akhirnya tidak hanya membutuhkan modal.
Ekonomi membutuhkan manusia yang mampu mengelola modal, menciptakan inovasi dan mengambil keputusan dengan pengetahuan yang memadai.
Itulah sebabnya BRI dan Perseroda Soppeng tidak cukup hanya hadir sebagai institusi bisnis. Keduanya juga memiliki peluang untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kualitas SDM.
Keuntungan bisnis mungkin dapat dihitung dalam laporan keuangan setiap tahun. Namun investasi pendidikan memiliki ukuran yang jauh lebih panjang.
Apa yang ditanam hari ini melalui pendidikan bisa menjadi kualitas tenaga kerja, lahirnya pengusaha muda, inovasi, dan pemimpin ekonomi Soppeng di masa depan.
Ekonomi hari ini mungkin menghasilkan keuntungan. Tetapi kepedulian terhadap pendidikan akan menentukan siapa yang menikmati masa depan ekonomi Soppeng.
Oleh: Dr. Nurmal Idrus
Ketua Dewan Pendidikan Soppeng

