Hari Khidmat Perdana Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail Tekankan Pelayanan Jemaah Harus Profesional dan Transparan

Hari Khidmat Perdana Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail Tekankan Pelayanan Jemaah Harus Profesional dan Transparan



Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk pertama kalinya, Selasa (8/9/2026).

Peringatan yang digelar di lingkungan Kanwil Kemenhaj Sulsel tersebut dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, H Ikbal Ismail. Momentum ini menjadi istimewa karena 8 September 2026 merupakan peringatan Hari Khidmat pertama setelah tanggal tersebut ditetapkan secara resmi sebagai Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Seksi Petugas Haji Reguler Kemenhaj RI Aruji Maswatu, Kepala Bagian Tata Usaha H Muflihuddin Syam, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H Asa Afiif, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Pengendalian Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah H Slamat Mustafa, serta Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar H Zulkifli Hijaz.

Dalam sambutannya, Ikbal Ismail menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan perdana tersebut. Ia mengatakan persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu singkat lantaran penetapan dan edaran terkait Hari Khidmat baru diterima sehari sebelumnya.

"Alhamdulillah, pada siang hari ini kita bisa berkumpul untuk memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia," ujar Ikbal.

Menurut Ikbal, penetapan 8 September sebagai Hari Khidmat merupakan hasil proses koordinasi, diskusi, pengkajian hingga penyusunan keputusan di tingkat pusat.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 81. Sementara pemilihan tanggal 8 September merujuk pada momentum pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 92 Tahun 2025.

Pelayanan Jemaah Jadi Fokus Utama

Ikbal menegaskan keberadaan Kementerian Haji dan Umrah harus membawa perubahan terhadap kualitas pelayanan kepada jemaah.

Menurutnya, penyelenggaraan haji tidak semata-mata dinilai dari kemampuan memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci. Lebih dari itu, jemaah harus mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, profesional, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita harus berpikir bagaimana bersama-sama memastikan jemaah dapat berangkat dengan nyaman. Dalam pengelolaan anggaran, bagaimana bisa lebih efisien. Dalam perekrutan petugas, bagaimana dilakukan secara transparan," katanya.

Ia meminta seluruh jajaran Kemenhaj menjadikan tugas pelayanan sebagai amanah, bukan sekadar rutinitas pekerjaan.

Ikbal juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui tata kelola yang terbuka dan akuntabel.

Rekrutmen Petugas Haji Diklaim Transparan

Salah satu hal yang menjadi perhatian Ikbal adalah proses rekrutmen petugas haji. Ia menyebut seleksi tahun ini melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Sistem tersebut, kata dia, membuat proses seleksi berjalan lebih terbuka karena hasil tes dapat dipantau secara langsung.

"Tidak ada lagi titip-menitip. Kita bekerja sama dengan BKN dalam rekrutmen ini, semuanya by system dan transparan," tegasnya.

Menurut Ikbal, hasil CAT dapat disaksikan secara daring sehingga peserta maupun masyarakat memiliki kesempatan mengetahui hasil seleksi secara terbuka.

Ia menilai penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas sekaligus kredibilitas Kementerian Haji dan Umrah.

Ikbal berharap komitmen terhadap transparansi tidak hanya diterapkan dalam proses rekrutmen, tetapi juga dalam seluruh aspek penyelenggaraan haji dan umrah.

Diawali Doa untuk Jemaah

Peringatan Hari Khidmat Kemenhaj Sulsel juga diawali dengan doa yang dipimpin H Husni.

Dalam doanya, H Husni mengajak seluruh jajaran Kemenhaj mensyukuri amanah yang diberikan untuk melayani jemaah haji dan umrah atau Dhuyufur Rahman.

Ia memohon agar tugas tersebut menjadi ladang pahala bagi seluruh jajaran Kemenhaj.

"Jadikanlah tugas yang kami emban ini sebagai ladang pahala bagi kami untuk kami tuai di akhirat kelak," demikian doa yang dipanjatkan.

Ia juga mendoakan seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci agar diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, serta dapat menjalankan ibadah dengan baik dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan makbul.

Peringatan perdana Hari Khidmat tersebut pun menjadi momentum bagi Kemenhaj Sulsel untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada jemaah, sekaligus mendorong tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(Red/Her)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates