Bupati Soppeng Soroti Transparansi Pengelolaan Zakat, Rp131 Juta Disalurkan kepada 345 Mustahik di Tiga Kecamatan

Bupati Soppeng Soroti Transparansi Pengelolaan Zakat, Rp131 Juta Disalurkan kepada 345 Mustahik di Tiga Kecamatan


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng menyalurkan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) kepada masyarakat penerima manfaat di tiga kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu siang (5/9/2026).

Penyaluran ZIS tersebut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus BAZNAS, unsur Forkopimda, perwakilan Kapolres Soppeng melalui Kasat Reskrim IPTU Firman, SH., MH., perwakilan Kemenag, perwkilan Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, Camat, Kepala Desa dan lurah dari Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta, para muzakki serta para mustahik.

Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, KM Satturi, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran ZIS kali ini menyasar 344 penerima manfaat dari tiga kecamatan, yakni Lilirilau (160), Liliriaja (120) dan Citta (65).

Total dana yang disalurkan mencapai Rp131 juta.

Menurut KM Satturi, penyaluran tahun ini memiliki pola yang berbeda karena mulai memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan modal bagi pelaku UMKM.

Ia menyebut bantuan yang diberikan antara lain sekitar Rp300 ribu bagi fakir miskin, Rp250 ribu bagi siswa yang juga mendapatkan tas sekolah, serta Rp1,5 juta per orang bagi pelaku UMKM.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” ujar KM Satturi.

Ia berharap dukungan masyarakat dan kepercayaan kepada BAZNAS terus meningkat sehingga jumlah dana yang dapat dihimpun dan disalurkan pada tahun-tahun mendatang juga semakin besar.

KM Satturi juga mendoakan kesehatan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng serta keberlanjutan dukungan pemerintah daerah terhadap program-program BAZNAS.

Bupati Soroti Potensi Zakat yang Belum Maksimal

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat tidak hanya merupakan kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang besar.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi dalam Islam merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” kata Suwardi.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang baik dapat menjadi instrumen untuk saling menopang dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Bupati pun memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Soppeng atas komitmen dan kerja keras dalam mengelola serta mendistribusikan dana umat secara amanah, transparan dan tepat sasaran.

“Kegiatan penyaluran zakat hari ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suwardi juga menyampaikan penghargaan kepada para muzakki yang telah menyisihkan sebagian hartanya melalui BAZNAS.

Ia mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang telah memenuhi nisab agar mempercayakan pembayaran zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Soppeng.

Bandingkan dengan Barru

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi menyinggung masih perlunya peningkatan transparansi dan kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat.

Ia membandingkan penerimaan zakat Soppeng yang disebut masih berkisar Rp2 miliar dengan Kabupaten Barru yang menurutnya telah mencapai sekitar Rp24 miliar.

Padahal, kata Suwardi, potensi zakat di Soppeng cukup besar dengan jumlah penduduk, pelaku usaha dan pengusaha yang juga cukup banyak.

“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” katanya.

Bupati juga meminta pengurus BAZNAS mendata masyarakat yang memberikan zakat, infaq maupun sedekah secara langsung kepada keluarga atau penerima manfaat yang tanpa melalui BAZNAS.

Menurutnya, pendataan tersebut penting agar potensi ZIS yang sebenarnya tersalurkan di tengah masyarakat tetap dapat tercatat dan menjadi gambaran capaian yang lebih akurat.

“Kalau ada warga yang langsung memberikan infaq dan sedekah kepada keluarganya, mohon didata agar jumlahnya bisa dicatat,” tegasnya.

Dorong Bantuan Produktif untuk UMKM

Suwardi mengatakan pola penyaluran tahun ini mulai diarahkan pada bantuan yang lebih produktif. Jika pada tahun sebelumnya penerima manfaat banyak menerima bantuan dalam bentuk sembako, tahun ini sebagian bantuan diberikan dalam bentuk uang.

Khusus bagi pelaku UMKM, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha.

“Tidak mengapa pemberian modal bagi UMKM, lebih baik memulai daripada ditunda, sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan dalam bentuk uang kepada fakir miskin dan siswa kurang mampu diharapkan dapat lebih fleksibel digunakan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.

Menurutnya, bantuan berupa sembako belum tentu selalu menjadi kebutuhan utama penerima karena bisa saja kebutuhan tersebut telah tersedia di rumah.

Bupati menekankan agar penyaluran ZIS dilakukan secara merata dan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak.

Ia berharap peningkatan penghimpunan zakat ke depan dapat berdampak pada meningkatnya nilai bantuan yang diterima mustahik.

“Kalau nanti meningkat, bisa menjadi Rp1 juta per orang bagi fakir miskin dan siswa-siswi,” ujarnya.

Rekrutmen Pengurus BAZNAS Akan Dibuka Transparan

Selain persoalan penghimpunan dan penyaluran ZIS, Bupati Suwardi Haseng juga menyinggung berakhirnya masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng pada September 2026.

Ia mengatakan masa kepengurusan diperpanjang hingga akhir September karena masih terdapat sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan, termasuk rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan dan agenda lainnya.

Selanjutnya, pemerintah daerah akan membentuk panitia rekrutmen dan membuka proses pendaftaran calon pengurus BAZNAS secara transparan dan terbuka.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan komposisi kepengurusan yang lebih baik dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penghimpunan ZIS di Kabupaten Soppeng.

Menutup sambutannya, Bupati Suwardi Haseng berpesan kepada para mustahik agar tidak melihat bantuan yang diterima hanya dari sisi nominal.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sesama sekaligus wujud kasih sayang Allah SWT melalui tangan para muzakki.

“Kami berharap bantuan zakat yang disalurkan hari ini tidak hanya dilihat dari nilainya semata, tetapi sebagai wujud kasih sayang Allah SWT melalui perhatian sesama saudara muslim,” tuturnya.

Ia meminta bantuan tersebut digunakan sebaik-baiknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga maupun sebagai penunjang usaha produktif.

“Kita semua berdoa semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga di masa depan para penerima hari ini dapat tumbuh menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 orang penerima manfaat.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates