Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Soppeng Jadi Sorotan, Ketua LSM Sidik Ingatkan Penyaluran Harus Tepat Sasaran

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Soppeng Jadi Sorotan, Ketua LSM Sidik Ingatkan Penyaluran Harus Tepat Sasaran


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,  Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Soppeng kembali menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut memicu berbagai tanggapan, termasuk dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saluran Informasi dan Investigasi (Sidik), Mahmud Cambang.

Mahmud menilai bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang sejak awal diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kebutuhan rumah tangga bukan diperuntukkan untuk petani. Karena itu, ia mengingatkan agar proses distribusi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan oleh kelompok yang memang berhak.

"Gas elpiji 3 kilogram adalah barang subsidi yang tujuan utamanya untuk membantu kebutuhan rumah tangga bukan untuk pertanian. Penyalurannya harus benar-benar tepat sasaran," ujar Mahmud saat dimintai tanggapan terkait kondisi yang terjadi di Soppeng, Rabu (15/7/2026).

Ia mengungkapkan, dalam praktiknya penggunaan elpiji bersubsidi masih dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro tertentu, seperti pedagang gorengan, penjual makanan kaki lima, atau usaha kecil lainnya yang memenuhi ketentuan pemerintah. Namun, menurutnya, penggunaan oleh usaha berskala lebih besar perlu menjadi perhatian.

Mahmud menegaskan bahwa usaha seperti kafe maupun restoran yang memiliki kapasitas usaha lebih besar seharusnya menggunakan produk elpiji nonsubsidi. Hal tersebut dinilai penting agar pasokan gas bersubsidi tidak berkurang bagi masyarakat yang menjadi sasaran utama program pemerintah.

"Kalau distribusinya tidak tepat sasaran, tentu akan berdampak pada masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan. Karena itu perlu ada pengawasan yang lebih maksimal," katanya.

Selain persoalan penyaluran, Mahmud juga berharap instansi terkait bersama pihak agen dan pangkalan terus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi agar tidak terjadi antrean panjang maupun kesulitan masyarakat memperoleh tabung gas 3 kilogram.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, agen, dan pangkalan memiliki peran penting dalam memastikan stok tetap tersedia di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai ketersediaan pasokan juga diperlukan agar tidak memunculkan kepanikan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menggunakan gas elpiji bersubsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya. Dengan demikian, program subsidi energi yang disiapkan pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab dugaan kelangkaan elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan sebagian warga di Kabupaten Soppeng. Meski demikian, berbagai pihak berharap kondisi tersebut dapat segera diatasi sehingga kebutuhan masyarakat terhadap gas bersubsidi kembali terpenuhi secara normal.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates