Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Soppeng terus mematangkan persiapan pelaksanaan Diklatsar Terpadu Dasar (DTD) Banser yang dijadwalkan berlangsung pada 17–20 September 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (16/7/2026) sebagai langkah awal memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan maksimal.
Rapat koordinasi dihadiri langsung Ketua PC GP Ansor Kabupaten Soppeng Sukardi, Sekretaris PC GP Ansor, Kasatkorcab Banser, para Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Soppeng, serta jajaran pengurus dan anggota Banser. Dalam forum tersebut, peserta rapat membahas berbagai aspek teknis maupun strategis yang menjadi fondasi suksesnya pelaksanaan DTD Banser tahun ini.
Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi pembentukan kepanitiaan, penentuan lokasi pelaksanaan, penyusunan target peserta, hingga strategi konsolidasi di tingkat kecamatan untuk menjaring kader-kader muda terbaik mengikuti proses kaderisasi Banser.
Dalam rapat itu disepakati bahwa DTD Banser PC GP Ansor Kabupaten Soppeng akan dilaksanakan selama empat hari, yakni mulai 17 hingga 20 September 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya kader sekaligus memperluas basis keanggotaan Banser di Kabupaten Soppeng.
Forum juga menetapkan susunan panitia pelaksana. Sahabat Baharuddin dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Sahabat Muh. Afiq Yahya sebagai Sekretaris, serta Sahabat Ust. Saharuddin Ampo sebagai Bendahara. Kepanitiaan ini diberi mandat untuk segera menyelesaikan berbagai persiapan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal.
Sementara itu, untuk lokasi pelaksanaan DTD, panitia masih mempertimbangkan dua alternatif, yakni Pondok Pesantren Darussolihin Berru dan Pondok Pesantren DDI Pattojo. Kedua lokasi dinilai memiliki potensi mendukung pelaksanaan kegiatan, namun keputusan akhir akan ditetapkan setelah dilakukan pembahasan lanjutan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, kapasitas peserta, serta aspek teknis lainnya.
Panitia juga menetapkan target minimal 70 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng. Target tersebut dinilai realistis sekaligus menjadi upaya memperkuat proses regenerasi kader GP Ansor dan Banser di daerah.
Sebagai langkah awal memperlancar koordinasi, panitia akan segera membentuk grup WhatsApp yang melibatkan pengurus di berbagai tingkatan. Grup tersebut akan dimanfaatkan sebagai media komunikasi, penyampaian informasi, hingga pendataan calon peserta yang akan mengikuti DTD.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Soppeng, Sukardi, menegaskan bahwa DTD Banser bukan sekadar kegiatan pelatihan fisik, tetapi merupakan proses kaderisasi yang bertujuan membentuk kader muda yang disiplin, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap mengabdi kepada agama, organisasi, bangsa, dan negara.
"DTD Banser adalah momentum penting untuk mencetak kader-kader muda Ansor yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat kebangsaan, serta siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara. Kami mengajak seluruh kader GP Ansor di setiap kecamatan untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dan mengirimkan kader terbaiknya mengikuti DTD," ujar Sukardi.
Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki kematangan intelektual, spiritual, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Ia berharap pelaksanaan DTD tahun ini mampu melahirkan kader Banser yang semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
"Kita ingin Banser di Soppeng semakin solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, kami menargetkan partisipasi yang lebih besar dari kalangan pemuda agar proses regenerasi organisasi berjalan dengan baik," tambahnya.
Melalui pelaksanaan DTD Banser 2026, GP Ansor Kabupaten Soppeng optimistis dapat memperkuat barisan kader muda Nahdlatul Ulama yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, serta terus berkontribusi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai bidang pengabdian.
(Red)
