Kades Barat Eka Sakti, S. Keb (ist)
Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, menjadi pusat perhatian setelah menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (21/7/2026). Tahapan verifikasi lapangan tersebut menjadi penentu bagi Barae untuk melangkah sebagai wakil Sulawesi Selatan di ajang Lomba Desa Tingkat Nasional.
Sebagai satu-satunya Desa yang mewakili Kabupaten Soppeng, Barae membawa harapan besar daerah setelah berhasil melewati seleksi di tingkat kabupaten. Tim penilai tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan berbagai program pembangunan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Rangkaian verifikasi dilakukan dengan meninjau langsung fasilitas Desa, pelayanan publik, aktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Posyandu, hingga berdialog dengan warga untuk mencocokkan data yang telah disampaikan sebelumnya.
Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si, mengatakan penilaian dilakukan secara komprehensif dengan melihat tiga aspek utama, yaitu pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
"Desa terbaik bukan hanya memiliki administrasi yang lengkap, tetapi mampu membuktikan bahwa seluruh program benar-benar dijalankan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kesesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan menjadi poin penting dalam penilaian," ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai indikator yang menjadi perhatian tim meliputi tata kelola pemerintahan desa, transparansi pengelolaan keuangan, inovasi pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penanganan kemiskinan.
Kehadiran Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan Desa.
Dalam sambutannya, Wabup Selle KS Dalle menyampaikan bahwa keberhasilan Barae mencapai tahap verifikasi provinsi merupakan hasil kerja sama seluruh komponen masyarakat.
"Desa Barae telah menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari semangat gotong royong. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Soppeng untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Selle.
Ia menilai Lomba Desa memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi, melainkan menjadi instrumen evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Barae Eka Sakti, S.Keb. mengungkapkan bahwa proses mengikuti lomba telah menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah desa.
"Mulai dari penyusunan dokumen hingga verifikasi lapangan memberikan banyak pengalaman bagi kami. Ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pelayanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan seluruh potensi desa agar semakin maju," ujarnya.
Verifikasi lapangan juga dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Soppeng Abdul Chair, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Soppeng Dra. Hj. Andi Nurlina, MM, Camat Marioriwawo A. Ahmad Masykur, S.IP., M.Si., beserta unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat.
Bagi Desa Barae, hasil penilaian nanti memang akan menentukan langkah menuju tingkat nasional. Namun lebih dari itu, proses verifikasi ini menjadi cerminan bahwa pembangunan Desa tidak hanya diukur dari dokumen administrasi, melainkan dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah Desa dan warga, Barae kini menunggu hasil akhir sambil berharap mampu mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat nasional.
(Red)




