Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penguatan kolaborasi bersama para inovator di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng yang diharapkan mampu menghadirkan berbagai terobosan dalam tata kelola dan pelayanan publik di sektor pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. H. Nur Alim, M.Pd., mengatakan bahwa inovasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan solusi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan.
"Bersama Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, kami membangun komitmen bersama para inovator di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng untuk terus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Komitmen ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi, profesionalisme, dan semangat perubahan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Soppeng," ujar Dr. H. Nur Alim. Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Setiap inovasi yang lahir diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta masyarakat sebagai penerima layanan.
Selain memperkuat budaya inovasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng juga terus mempersiapkan berbagai tahapan pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Persiapan dilakukan secara sistematis melalui koordinasi lintas bidang, penguatan dokumentasi, serta pendampingan kepada para inovator agar setiap inovasi yang dikembangkan memenuhi indikator penilaian yang telah ditetapkan.
Sebanyak 21 calon inovator saat ini mengikuti proses penilaian inovasi daerah. Mereka didorong untuk menyempurnakan substansi inovasi, melengkapi bukti dukung, serta memastikan bahwa setiap program memiliki dampak yang terukur terhadap peningkatan kualitas layanan publik di bidang pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng juga memberikan pendampingan secara intensif mulai dari tahap penyusunan konsep, penguatan data, penyempurnaan administrasi, hingga proses pelaporan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas inovasi yang dihasilkan sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Soppeng dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional.
Menurut Dr. H. Nur Alim, inovasi bukan sekadar mengikuti kompetisi atau memenuhi indikator penilaian, tetapi merupakan budaya kerja yang harus terus dibangun di seluruh lingkungan organisasi. Dengan inovasi, pelayanan publik dapat menjadi lebih cepat, transparan, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.
Melalui penguatan komitmen bersama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng optimistis mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Ke depan, sinergi antara pimpinan, kepala bidang, para inovator, serta seluruh jajaran diharapkan menjadi modal utama dalam menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Soppeng dan peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional.
(Red)
