Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana berbeda terlihat di Warkop Camidu, Kabupaten Soppeng, saat para pengunjung mendapat sajian istimewa berupa Baje, salah satu makanan tradisional khas Bugis yang selama ini dikenal sebagai simbol kebersamaan dan warisan kuliner turun-temurun masyarakat Soppeng.
Menariknya, makanan yang memiliki cita rasa manis legit tersebut tidak dijual di warkop itu, melainkan dibagikan secara gratis kepada para pengunjung oleh asisten Owner ICCA. Kehadiran Baje di tengah aktivitas ngopi para pelanggan pun langsung menarik perhatian dan menjadi perbincangan hangat.
Banyak pengunjung yang mengaku senang karena dapat menikmati kuliner tradisional yang kini mulai jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit yang mengenang masa kecil mereka saat Baje selalu hadir dalam berbagai acara keluarga maupun hajatan di kampung.
Sahar salah satu pengunjung yang turut mencicipi sajian tersebut mengaku terkesan dengan kualitas rasa Baje yang disuguhkan.
Menurutnya, Baje khas Soppeng memiliki karakter rasa yang sulit ditemukan pada makanan sejenis dari daerah lain. Perpaduan antara manisnya gula merah, gurihnya santan, dan tekstur ketan yang lembut menjadikan makanan tradisional ini tetap diminati lintas generasi.
“Cita rasanya sangat khas. Manisnya pas, teksturnya juga tidak terlalu padat sehingga nyaman dinikmati. Tidak heran kalau makanan ini tetap disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” ujarnya.
Baje sendiri merupakan salah satu kuliner tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Bugis sejak lama. Dalam bahasa Bugis, kata “Baje” sering diartikan sebagai gula-gula atau makanan manis yang dibuat dari bahan-bahan alami.
Di Kabupaten Soppeng, Baje bukan sekadar makanan ringan, melainkan juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Makanan ini hampir selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pesta pernikahan, syukuran, acara adat, hingga perayaan hari besar keagamaan.
Keberadaan Baje dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur. Bahkan proses pembuatannya pun sering dilakukan secara gotong royong oleh warga, terutama para ibu rumah tangga yang berkumpul untuk memasak dalam jumlah besar.
Keunikan Baje khas Soppeng terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan metode tradisional. Bahan utama yang digunakan terdiri dari beras ketan pilihan, gula merah berkualitas, serta santan kelapa murni yang diolah tanpa bahan pengawet.
Semua bahan dimasak secara perlahan hingga menghasilkan adonan yang kental dan menyatu sempurna. Setelah matang, adonan kemudian dicetak dan dibungkus menggunakan daun pisang kering yang memberikan aroma khas sekaligus mempertahankan cita rasa tradisionalnya.
Aroma gula merah yang kuat menjadi salah satu ciri utama Baje Soppeng. Sementara tekstur ketan yang kenyal namun tidak keras membuat makanan ini nyaman disantap oleh semua usia.
Kehadiran Baje di Warkop Camidu menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah maraknya makanan modern, sajian khas daerah seperti Baje tetap mampu menghadirkan nostalgia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Warkop Camidu sendiri dikenal memiliki cara unik dalam menjamu pelanggan. Selain menyediakan berbagai minuman dan menu andalan, warkop tersebut juga kerap menghadirkan beragam makanan khas secara gratis sebagai bentuk kebersamaan dengan para pengunjung.
Tidak hanya Baje, sejumlah kuliner tradisional lainnya juga sering disajikan, seperti lawa bale, ikan bakar, hingga nasu palekko. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari banyak pelanggan karena dinilai ikut membantu menjaga dan memperkenalkan kuliner khas Bugis kepada masyarakat luas.
Dengan sajian sederhana namun sarat makna budaya, Baje kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Soppeng yang tidak lekang oleh waktu. Bahkan, bagi sebagian pengunjung Warkop Camidu, menikmati secangkir kopi sambil menyantap Baje menjadi pengalaman yang menghadirkan rasa hangat, nostalgia, dan kebersamaan dalam satu kesempatan.
(Red)
