Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Ajang sepak bola dunia 2026 mulai menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Dukungan terhadap tim-tim unggulan pun mulai bermunculan, termasuk dari kalangan jurnalis dan pegiat media sosial.
Salah satu yang secara terbuka menyatakan dukungannya adalah Ahmad Saking, S.IP atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ahmad Mario, warga Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.
Sosok yang dikenal sebagai jurnalis sekaligus pegiat media sosial tersebut mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina dalam perhelatan sepak bola dunia 2026. Menariknya, dukungan yang diberikan bukan semata-mata karena keberadaan megabintang Lionel Messi yang selama ini identik dengan Argentina.
Dalam sejumlah kesempatan, termasuk melalui diskusi di grup WhatsApp bersama rekan-rekan dan masyarakat, Ahmad Mario menyampaikan alasan tersendiri mengapa dirinya memilih mendukung tim berjuluk Albiceleste tersebut.
Menurutnya, Argentina merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah panjang dan tradisi kuat dalam dunia sepak bola. Konsistensi dalam mencetak pemain-pemain berkualitas serta karakter permainan yang atraktif menjadi daya tarik tersendiri.
"Argentina adalah tim yang memiliki identitas permainan yang kuat. Mereka selalu tampil dengan semangat juang tinggi dan tidak mudah menyerah dalam berbagai situasi pertandingan," ujarnya. Sabtu (20/6/2026).
Ahmad Mario menilai keberhasilan Argentina di berbagai kompetisi internasional tidak datang secara instan. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari pembinaan sepak bola yang berkelanjutan dan mentalitas juara yang telah tertanam dalam tim tersebut.
Ia juga melihat bahwa regenerasi pemain yang berjalan baik menjadi salah satu kekuatan utama Argentina. Meskipun era sejumlah pemain senior perlahan bergeser, Argentina dinilai tetap mampu menghadirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di level tertinggi.
"Kalau hanya melihat Messi, tentu suatu saat pemain itu akan pensiun. Tetapi Argentina tetap akan menjadi tim besar karena mereka memiliki sistem, tradisi, dan semangat yang terus hidup dari generasi ke generasi," jelasnya.
Meski menjagokan Argentina, Ahmad Mario tidak menutup mata terhadap kekuatan negara-negara lain yang juga berpeluang besar tampil gemilang pada ajang sepak bola dunia 2026. Ia menilai kompetisi kali ini akan berlangsung sangat ketat karena banyak tim yang mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, sejumlah negara dari Eropa, Amerika Selatan, hingga Asia memiliki peluang untuk memberikan kejutan. Oleh karena itu, tidak ada jaminan bahwa tim favorit akan dengan mudah melangkah menuju tangga juara.
"Sepak bola modern sekarang sangat kompetitif. Banyak tim berkembang pesat dan memiliki kualitas pemain yang merata. Itulah yang membuat turnamen dunia selalu menarik untuk disaksikan," katanya.
Lebih lanjut, wartawan media ZonaBuser tersebut mengajak masyarakat untuk menikmati atmosfer sepak bola dengan penuh kebersamaan. Ia berharap perbedaan pilihan tim tidak menjadi alasan munculnya perdebatan yang berlebihan di tengah masyarakat.
Menurutnya, mendukung tim favorit merupakan hak setiap orang, namun sportivitas harus tetap menjadi prioritas utama. Semangat persaudaraan dan saling menghormati perlu dijaga agar sepak bola benar-benar menjadi sarana hiburan yang positif.
"Silakan mendukung tim favorit masing-masing. Ada yang mendukung Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, Jerman, atau negara lainnya. Yang penting tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menghargai pilihan orang lain," tuturnya.
Ahmad Mario berharap ajang sepak bola dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga mampu mempererat hubungan antar pecinta sepak bola di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng.
Dengan semangat kompetisi yang sehat, ia optimistis turnamen terbesar di dunia tersebut akan kembali menyajikan tontonan menarik dan melahirkan momen-momen bersejarah yang dikenang oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
"Siapa pun yang nantinya menjadi juara, mari kita jadikan sepak bola sebagai ajang pemersatu, bukan pemecah. Nikmati pertandingannya, hormati perbedaannya, dan junjung tinggi sportivitas," pungkas Ahmad Mario.
(Red)
