Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti Lapangan Gasis, Kabupaten Soppeng, menjelang prosesi pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH). Senin (4/5/2026).
Sejak malam hari, kawasan ini telah dipadati masyarakat dari berbagai penjuru yang datang untuk mengantar keluarga, kerabat, dan tetangga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.
Momen penuh haru ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga menghadirkan dinamika sosial dan ekonomi.
Di sekitar lokasi, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak membuka lapak dagangan. Beragam produk ditawarkan, mulai dari makanan ringan, minuman hangat, hingga perlengkapan perjalanan yang dibutuhkan jamaah maupun pengantar.
Kehadiran para pelaku UMKM ini turut menambah semarak suasana sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Aktivitas jual beli berlangsung ramai, menciptakan interaksi hangat di tengah suasana emosional perpisahan.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan melaksanakan prosesi pelepasan resmi pada pukul 02.00 dini hari.
Acara tersebut diperkirakan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diiringi doa bersama serta harapan terbaik dari keluarga yang mengantar.
Tangis haru, pelukan hangat, serta lantunan doa diprediksi menjadi pemandangan yang mendominasi.
Bagi para jamaah, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Usai prosesi pelepasan nanti, para jamaah dijadwalkan berangkat pada pukul 05.00 pagi.
Jadwal tersebut telah disusun secara matang untuk memastikan proses keberangkatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Kesiapan transportasi juga terlihat jelas di lokasi. Sejumlah bus pariwisata berjajar rapi di sekitar Lapangan Gasis, siap mengantar jamaah menuju titik keberangkatan selanjutnya di Makassar.
Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa sistem pemberangkatan jamaah haji tahun ini dibagi dalam dua gelombang. Kloter 21 menjadi kloter terakhir untuk gelombang pertama, di mana jamaah akan terlebih dahulu menuju Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
“Sedangkan kloter 22 hingga kloter terakhir sudah masuk gelombang kedua. Jamaah akan langsung menuju Mekkah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji, kemudian baru bertolak ke Madinah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jamaah haji asal Soppeng tahun ini tergabung dalam empat kloter. Pembagiannya cukup merata, yakni dua kloter masuk gelombang pertama dan dua kloter lainnya masuk gelombang kedua.
Momentum pelepasan jamaah haji ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat.
Kebersamaan, doa, dan dukungan yang diberikan mencerminkan kuatnya nilai religius dan sosial di tengah masyarakat Soppeng.
Pemerintah daerah diharapkan terus memastikan seluruh rangkaian proses, mulai dari pelepasan hingga keberangkatan, berjalan lancar. Dengan demikian, para jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Sebanyak 333 orang Jamaah Calon Haji hari ini yang akan berangkat yang terdiri dari :
Laki-laki: 96 orang
Perempuan: 237 orang
Bagian umur:
Tertua: 90 tahun (Rusna Lahemma, Marioriawa)
Termuda: 13 tahun (Zakiyah Amaliah Alyas, Marioriawa)
Kecamatan ;
Marioriawa: 173 orang
Donri-donri: 55 orang
Lalabata: 54 orang
Liliriaja: 32 orang
Lilirilau: 10 orang
Marioriwawo: 7 orang
Ganra: 2 orang
Mutasi lokal: 12 orang
Mutasi provinsi: 12 orang
Pendamping lansia: 28 orang
Penggabungan mahram: 42 orang
(Red)
