Aceh Utara, Kabartujuhsatu.news, Bangunan instalasi pengelolaan air bersih yang berdiri megah di Dusun Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, kini hanya menjadi bangunan tua yang tak berfungsi. Proyek yang digadang-gadang mampu mengaliri ribuan rumah warga itu kini terbengkalai dan memicu sorotan tajam dari anggota DPRK Aceh Utara.
Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara, Abuzar, secara tegas meminta pemerintah daerah segera turun tangan menyelamatkan aset tersebut sebelum kondisinya semakin rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.
Menurut Abuzar, fasilitas pengelolaan air bersih itu seharusnya dapat menjadi solusi utama kebutuhan masyarakat di beberapa kecamatan. Bahkan, jika difungsikan kembali, instalasi tersebut diperkirakan mampu mengaliri air bersih kepada sekitar 3.000 kepala keluarga lebih, mulai dari Kecamatan Sawang, Nisam Antara hingga Banda Baru.
Namun ironisnya, bangunan yang telah lama berdiri itu justru dibiarkan terbengkalai tanpa kepastian penyelesaian maupun pengelolaan.
“Kami turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan masyarakat. Kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan permanen yang sudah dibangun dengan anggaran besar malah terbengkalai bertahun-tahun,” ujar Abuzar dengan nada kecewa.
Ia menilai kondisi tersebut sangat disayangkan, terlebih masyarakat hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Di sisi lain, aset pemerintah yang seharusnya menjadi solusi justru tidak dimanfaatkan.
Abuzar bahkan meminta pemerintah untuk segera mengambil keputusan tegas terkait keberadaan fasilitas itu. Jika memang secara teknis sudah tidak memungkinkan untuk dioperasikan kembali, maka menurutnya aset tersebut lebih baik dihibahkan kepada gampong atau pihak ketiga agar bisa dikelola secara maksimal.
“Jangan dibiarkan begitu saja sampai puluhan tahun. Kalau memang tidak bisa digunakan lagi, hibahkan atau bongkar saja. Sayang sekali aset ada tapi tidak bermanfaat untuk masyarakat,” tegas politisi dari dapil setempat itu.
Sorotan serupa juga disampaikan oleh Fakhrurrasi. Ia menegaskan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
Menurutnya, instansi terkait harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan sistem pengelolaan air tersebut. Pemerintah juga diminta menelusuri penyebab utama mangkraknya proyek yang selama ini tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan menjadi sia-sia. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa menikmati air bersih dengan layak,” kata Fakhrurrasi.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret melalui perbaikan infrastruktur maupun pengambilalihan pengelolaan sehingga fasilitas tersebut dapat segera diaktifkan kembali.
Sementara itu, masyarakat di sekitar Kecamatan Sawang berharap pemerintah benar-benar serius menangani persoalan tersebut. Mereka mengaku sudah terlalu lama menunggu kejelasan terkait bangunan instalasi air bersih yang hingga kini hanya menjadi simbol proyek mangkrak di daerah itu.
Warga berharap fasilitas tersebut dapat segera dioperasikan agar kebutuhan air bersih masyarakat tidak lagi menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun.
(MRM)

