HEBOH PAGI HARI! Bocil Nekat Terobos Embung Kemutug Lor, Malah Nyangkut di Pagar Besi, Warga: “Untung Cepat Ketahuan!”


Banyumas, Kabartujuhsatu.news,– Suasana pagi yang biasanya tenang di kawasan wisata Embung Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden, mendadak berubah jadi pusat perhatian warga, Minggu (3/5). Seorang bocah laki-laki dilaporkan sempat terjebak di sela-sela pagar besi saat diduga mencoba menerobos masuk area embung.

Kejadian ini sontak membuat panik pengunjung yang sedang berolahraga pagi. Beberapa ibu-ibu yang tengah jogging menjadi saksi pertama sekaligus penolong dalam insiden tersebut.

“Awalnya kami kira anak itu cuma main biasa, tapi kok posisinya aneh, ternyata sudah nyangkut di besi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Minggu (3/5). 

Menurut informasi yang dihimpun, bocah tersebut diduga masuk melalui celah pagar, bukan lewat akses resmi. Entah karena iseng atau ingin menghindari tiket masuk yang terbilang murah, aksinya justru berujung petaka kecil.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berupaya membantu. Dengan penuh hati-hati, mereka mencoba melepaskan tubuh bocah yang terjepit. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan, namun akhirnya anak tersebut berhasil diselamatkan tanpa luka serius.

Sukarjan, salah satu pamong Desa Kemutug Lor, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku bersyukur bocah itu segera tertolong sebelum terjadi hal yang lebih berbahaya.

“Kami tidak sempat menanyakan identitasnya karena fokus menolong. Yang penting anak itu selamat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengunjung, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak saat berada di area wisata.

Embung Kemutug Lor sendiri merupakan bendungan kecil yang dibangun pada tahun 2023 dan kini menjadi salah satu destinasi favorit di wilayah Baturaden. Dengan latar pemandangan Gunung Slamet, tempat ini kerap dipadati warga untuk jogging, bersantai, hingga berfoto.

Namun di balik keindahannya, keberadaan pagar pembatas menjadi pengingat bahwa area tersebut tetap memiliki aturan yang harus dipatuhi.

“Meskipun ada tiket masuk, harganya sangat terjangkau, hanya sekitar lima ribu rupiah. Tidak sebanding dengan risiko kalau sampai terjadi hal-hal seperti ini,” tambah Sukarjan.

Peristiwa ini pun menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan menerobos area yang sudah dibatasi. Karena seperti kejadian pagi itu, niat iseng bisa berujung kejadian yang tak diinginkan.

(HSW)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates