Foto jamaah calon haji saat masih di kabupaten Soppeng (ist).
Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kabar mengejutkan datang dari rombongan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Soppeng. Dua orang jemaah dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi setelah hasil pemeriksaan kesehatan terakhir menunjukkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ibadah.
Satu jemaah diketahui tengah hamil dengan usia kandungan sekitar 10 minggu, sementara satu lainnya harus menjalani perawatan intensif atau opname dan masih dalam tahap observasi medis.
Keputusan pembatalan ini diambil demi keselamatan jemaah yang bersangkutan serta mengikuti ketentuan kesehatan yang berlaku dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal, dikutip dari Wartasulselnews, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebutkan bahwa keputusan pembatalan keberangkatan telah disampaikan langsung kepada jemaah terkait.
“Iye benar ada calon haji asal Soppeng yang batal berangkat karena hamil. Insya Allah bisa berangkat tahun depan,” ujar Ikbal.
Menurutnya, setelah mendapat penjelasan dari petugas, jemaah tersebut menerima keputusan tersebut dengan penuh keikhlasan. Bahkan, pihak keluarga juga langsung menjemput yang bersangkutan dari lokasi pemeriksaan.
“Setelah kami sampaikan tentang pembatalan keberangkatannya, beliau legowo menerima ketentuan tersebut. Sudah dijemput juga oleh suaminya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi, menjelaskan bahwa kondisi kehamilan tersebut terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan terakhir yang dilakukan di Asrama Haji Sudiang Makassar.
Pemeriksaan ini merupakan tahapan wajib yang harus dilalui seluruh calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ia menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam keberangkatan jemaah haji. Risiko perjalanan jauh dan padatnya rangkaian ibadah dinilai berpotensi membahayakan jika tetap dipaksakan, terutama bagi jemaah dengan kondisi khusus seperti kehamilan muda.
“Yang hamil terdeteksi saat pemeriksaan terakhir sebelum terbang. Itu memang tahap yang harus dilalui semua JCH di Asrama Haji Sudiang,” jelasnya.
Sementara itu, satu calon jemaah lainnya yang saat ini masih menjalani opname juga dipastikan tidak dapat diberangkatkan. Tim medis masih melakukan observasi lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
“Yang diopname sudah dipastikan gagal berangkat karena masih dalam observasi,” tegas Musriadi.
Meski batal tahun ini, kedua calon jemaah tersebut tetap memiliki peluang untuk diberangkatkan pada musim haji berikutnya setelah kondisi kesehatan dinyatakan memenuhi syarat. Pihak Kemenag memastikan hak keberangkatan mereka tetap diprioritaskan sesuai prosedur yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi calon jemaah haji. Selain kesiapan administrasi dan manasik, faktor kesehatan menjadi syarat mutlak agar ibadah dapat dijalankan dengan aman dan lancar.
Di sisi lain, keluarga dan rombongan CJH Soppeng turut memberikan dukungan moral kepada dua jemaah yang batal berangkat. Mereka berharap keduanya segera pulih dan dapat menunaikan ibadah haji pada tahun mendatang.
Meski diwarnai pembatalan, keberangkatan jemaah haji asal Soppeng lainnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Petugas haji juga terus meningkatkan pengawasan kesehatan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima sebelum bertolak menuju Tanah Suci.
(Red)







