Buka Puasa di Mari-Mari Soppeng, Ketua LSM SIDIK Puji Kuliner Khas “CINTA” dan Soroti Proyek APBD
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Buka Puasa di Mari-Mari Soppeng, Ketua LSM SIDIK Puji Kuliner Khas “CINTA” dan Soroti Proyek APBD

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 28 Februari 2026, Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T10:48:20Z
    masukkan script iklan disini

    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Tradisi buka puasa di bulan Ramadan menjadi momen yang tak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap kuliner lokal. Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, salah satu lokasi yang kerap menjadi tujuan warga adalah kawasan Mari-Mari, Desa Maccile, Kecamatan Lalabata. Sabtu (28/2/2026).


    Tempat kuliner yang berada di perbatasan Desa Maccile dan Desa Belo, Kecamatan Ganra itu dikenal luas karena menyajikan menu khas daerah bernama Cindolo dan Tape, yang oleh masyarakat setempat disingkat menjadi “CINTA”.


    Pada momen Ramadan kali ini, Ketua LSM SIDIK Kabupaten Soppeng, Mahmud, memilih lokasi tersebut untuk berbuka puasa bersama sejumlah awak media usai melakukan pemantauan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten dan dana desa.


    Cindolo dan Tape bukan sekadar makanan pelepas dahaga. Menu ini telah bertahan selama puluhan tahun dan menjadi ikon kuliner Mari-Mari.


    Disajikan dalam mangkuk, Cindolo yang lembut berpadu dengan tape yang manis-asam memberikan sensasi segar, terutama saat berbuka puasa.

    Meski kini tersedia berbagai menu modern seperti mie instan dan aneka minuman kekinian, eksistensi Cindolo dan Tape tetap terjaga. Hal inilah yang mendapat apresiasi dari Mahmud.


    Menurutnya, mempertahankan kuliner tradisional adalah bagian dari menjaga identitas daerah.


    “Menu khas seperti ini harus dipertahankan. Sudah puluhan tahun menjadi ciri khas Mari-Mari dan tetap diminati masyarakat,” ujarnya.


    Keberadaan kuliner tradisional tersebut dinilai juga memiliki potensi ekonomi yang bisa terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata kuliner lokal Kabupaten Soppeng.


    Selain menikmati suasana buka puasa, Mahmud juga memaparkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan pihaknya terhadap sejumlah proyek pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten maupun Dana Desa.


    Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi sayap Jembatan Toddang Saloe. Berdasarkan hasil pantauan dan informasi dari warga sekitar, ditemukan adanya keretakan pada beberapa sisi sayap jembatan bagian barat. 


    Mahmud menilai keretakan tersebut diduga terjadi akibat timbunan tanah yang mengalami kemerosotan karena kurangnya kepadatan saat proses pengerjaan.



    “Bagian utama jembatan masih terlihat bagus dan kokoh. Namun di sisi sayap jembatan terdapat retakan yang diduga akibat timbunan yang kurang padat sehingga mengalami penurunan,” jelasnya.


    Ia menekankan pentingnya perhatian dari dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi teknis guna mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.


    Tak hanya infrastruktur jembatan, Mahmud juga menyoroti sejumlah proyek Desa yang menurut hasil pemantauan masih menunjukkan lemahnya aspek pemeliharaan.


    Ia menilai kurangnya perawatan dapat berdampak pada pemborosan anggaran, karena infrastruktur yang seharusnya memiliki masa pakai panjang menjadi lebih cepat mengalami penurunan kualitas.


    “Masih ada proyek yang kurang pemeliharaan. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama agar anggaran yang sudah digunakan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.


    LSM SIDIK, lanjut Mahmud, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat.


    Menurutnya, pengawasan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


    Momentum buka puasa bersama di Mari-Mari pun menjadi refleksi bahwa pembangunan daerah dan pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan.


    Di satu sisi, masyarakat tetap menjaga warisan kuliner seperti Cindolo dan Tape. Di sisi lain, pengawasan pembangunan infrastruktur harus terus diperkuat demi kemajuan Kabupaten Soppeng yang berkelanjutan.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini