Kurangi Beban TPA Antang, KLH Apresiasi Langkah Pemkot Makassar Kelola Sampah
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Kurangi Beban TPA Antang, KLH Apresiasi Langkah Pemkot Makassar Kelola Sampah

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T02:52:57Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhaatu.news,– Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas berbagai langkah strategis dalam membenahi pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil positif, khususnya dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.


    Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup (Pusdal LH SUMA-KLH), Dr. Azri Rasul, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kediaman Wali Kota Makassar, Kamis (22/1/2026).


    Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis peningkatan kebersihan kota, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga hingga pembenahan sistem pengolahan di TPA Antang.


    “Kami membahas banyak hal terkait kebersihan Kota Makassar. Tujuannya bagaimana mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, dimulai dari rumah tangga sebagai sumber sampah,” ujar Azri Rasul.


    Azri menilai, dalam beberapa bulan terakhir di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, telah terlihat perkembangan signifikan dalam pembenahan kota, khususnya pada sektor kebersihan dan lingkungan.


    “Sudah banyak perkembangan yang dilakukan Pak Wali terkait pembenahan kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pembenahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan sebagaimana layaknya kota yang bersih dan tertata,” jelasnya.


    Menurut Azri, pendekatan yang dilakukan Pemkot Makassar tidak hanya terfokus pada pengelolaan sampah di hilir atau TPA, melainkan dimulai dari hulu, yakni dari sumber sampah itu sendiri.


    Salah satu langkah konkret adalah mengaktifkan kembali Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat masyarakat serta mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga.


    Selain Bank Sampah, Azri juga menyoroti pentingnya keberadaan dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu.


    “Menghidupkan Bank Sampah Unit, mengaktifkan TPS 3R, serta membenahi pengelolaan di TPA merupakan satu rangkaian yang saling terhubung. Dan saya lihat, ini sudah mulai berjalan di Makassar,” ungkapnya.


    Tak hanya itu, fasilitas pengolahan di bagian tengah seperti Material Recovery Facility (MRF), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta Bank Sampah Induk atau Bank Sampah Pusat juga dinilai sangat strategis dalam menekan volume sampah.


    Fokus utama dari sistem ini adalah memastikan sebanyak mungkin sampah dapat dikelola di sumber dan di bagian tengah, sehingga sampah yang masuk ke TPA Antang nantinya hanya berupa residu.


    “Yang masuk ke TPA idealnya hanya residu, yaitu sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi,” kata Azri.


    Terkait keberadaan fasilitas insinerator di TPA Antang yang sebelumnya sempat mendapat imbauan untuk tidak langsung dioperasikan, Azri menjelaskan bahwa saat ini masih dalam tahap kajian teknis dan administrasi.



    Menurutnya, sebagai teknologi baru, insinerator harus melalui proses evaluasi menyeluruh, baik dari sisi dokumen perizinan maupun kesesuaian teknis dengan ketentuan pembakaran sampah yang berlaku.


    “Karena ini barang baru, tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus dilengkapi dan teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan,” jelasnya.


    Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam meningkatkan pengelolaan sampah dan kualitas lingkungan secara menyeluruh.


    Munafri meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar untuk terus melakukan pembenahan di TPA Antang, khususnya dalam upaya mengurangi lendir dan menjaga kebersihan area TPA secara berkelanjutan.


    “Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan terus terjaga. Monitoring harus dilakukan secara konsisten,” tegas Munafri.


    Ia menekankan bahwa pembenahan TPA tidak boleh bersifat sporadis, melainkan harus disertai dengan pengawasan rutin agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.


    Munafri juga menyoroti pentingnya sinergi antara pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Menurutnya, TPA harus dikelola dengan standar yang baik agar tidak berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.


    Selain itu, ia berharap DLH bersama pihak kecamatan dapat meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, serta memastikan seluruh fasilitas pendukung di TPA berfungsi optimal.


    “Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Lingkungan dan TPA adalah bagian penting dari sistem itu, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga,” pungkasnya.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini