88 Mahasiswa BSI UIN Alauddin Makassar Ikuti Studi Tour Akademik ke Tana Toraja -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    88 Mahasiswa BSI UIN Alauddin Makassar Ikuti Studi Tour Akademik ke Tana Toraja

    Kabartujuhsatu
    Selasa, 20 Januari 2026, Januari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T23:39:20Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terus memperkuat implementasi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan industri.


    Sebanyak 88 mahasiswa BSI angkatan 2023 mengikuti studi tour akademik ke Kabupaten Tana Toraja selama tiga hari, pada 18–20 Januari 2026.


    Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah English for Tourism.


    Studi tour akademik tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa terkait praktik pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal, sekaligus melatih kemampuan komunikasi bahasa Inggris dalam konteks industri pariwisata.


    Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di lapangan.


    Salah satu dosen pengampu mata kuliah English for Tourism, Syahruni Junaid, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan studi tour menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap bersaing di dunia kerja.


    Menurutnya, pembelajaran kontekstual memungkinkan mahasiswa memahami realitas industri secara langsung.


    “Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana industri pariwisata bekerja. Mahasiswa dapat melihat langsung praktik pariwisata di lapangan serta menggunakan istilah dan komunikasi English for Tourism dalam situasi nyata,” ujarnya.


    Selama berada di Tana Toraja, mahasiswa mengunjungi sejumlah destinasi wisata budaya dan religi yang menjadi ikon pariwisata daerah tersebut.


    Destinasi yang dikunjungi antara lain Desa Sa’dan Tobarana, Kete Kesu, Londa, dan Buntu Burake.


    Di Desa Sa’dan Tobarana, mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pementasan seni serta interaksi budaya bersama warga setempat.


    Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran mengenai hubungan antara pariwisata, budaya lokal, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi.


    Sementara itu, di Kete Kesu dan Londa, mahasiswa mempelajari sejarah, adat istiadat, serta narasi budaya masyarakat Toraja yang menjadi daya tarik utama wisata budaya.


    Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana cerita sejarah dan nilai-nilai budaya dikemas dalam narasi wisata yang informatif dan komunikatif, khususnya dalam bahasa Inggris.


    Ketua Panitia Kegiatan menyampaikan bahwa studi tour akademik ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar kunjungan wisata, tetapi juga proses pembelajaran lintas budaya.


    “Kegiatan ini bukan hanya tentang berkunjung, tetapi tentang belajar memahami budaya. Kami belajar bagaimana masyarakat Toraja menjaga adat istiadat, menghormati leluhur, dan hidup selaras dengan alam. Nilai-nilai ini menjadi pelajaran penting agar mahasiswa dapat berwisata dengan rasa hormat dan tanggung jawab,” ungkapnya.


    Pada destinasi terakhir, Buntu Burake, mahasiswa menikmati panorama alam Tana Toraja sekaligus mempelajari potensi wisata religi sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.


    Lokasi ini menjadi contoh bagaimana nilai spiritual, budaya, dan keindahan alam dapat dikembangkan secara terpadu dalam industri pariwisata.


    Melalui kegiatan studi tour akademik ini, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, berorientasi global, serta tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.


    Selain meningkatkan kompetensi akademik, kegiatan ini juga melatih soft skills mahasiswa, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta sensitivitas budaya.


    (Red/Wd) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini