Kapolri Turun ke Tengah Massa Buruh, KAKI Jatim: Ruang Dialog Harus Terus Dibuka

Kapolri Turun ke Tengah Massa Buruh, KAKI Jatim: Ruang Dialog Harus Terus Dibuka


Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto turun langsung menemui massa buruh yang tengah menyampaikan aspirasi mendapat apresiasi dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur.

KAKI Jatim menilai kehadiran langsung Kapolri di tengah massa aksi menunjukkan pentingnya komunikasi dalam mengawal penyampaian pendapat masyarakat.

Ketua KAKI Jatim, Moh Hosen, mengatakan pendekatan dialog menjadi salah satu cara untuk membangun suasana yang lebih terbuka antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi Kapolri yang turun langsung menemui dan mendengarkan aspirasi buruh. Ini menunjukkan bahwa ruang dialog tetap dibuka dalam menyikapi setiap penyampaian pendapat di muka umum,” ujar Hosen, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, buruh memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara terbuka. Namun, hak tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan kewajiban menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

“Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dihormati. Tetapi kita juga berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” katanya.

Hosen menilai kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung dapat menjadi jembatan komunikasi ketika terjadi perbedaan pandangan antara massa aksi dengan aparat.

“Ketika pimpinan kepolisian hadir langsung, mendengar dan berkomunikasi dengan massa, maka persoalan dapat dibicarakan secara terbuka. Ini penting untuk mencegah kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi menjadi bagian dari pola pengamanan aksi penyampaian pendapat ke depan.

“Polisi adalah bagian dari masyarakat. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan dialog perlu terus dipertahankan,” tegas Hosen.

KAKI Jatim juga berharap aspirasi yang disampaikan buruh dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pemangku kebijakan.

“Yang terpenting, aspirasi masyarakat jangan berhenti di jalanan. Aspirasi itu harus didengar, dikaji dan menjadi bahan evaluasi pemerintah, sementara keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” pungkasnya.

(Redho)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates