Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kedatangan Dai dan akademisi nasional, Dr. Ustaz Das’ad Latif, di Kabupaten Soppeng menyisakan cerita menarik. Di tengah padatnya agenda keagamaan, Ustaz Das’ad menyempatkan diri ngopi santai bersama Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto di Warkop Camidu, Kamis (10/9/2026).
Namun ada satu sosok yang sejatinya juga telah memiliki janji untuk bertemu sang dai di Soppeng.
Dia adalah Dr. Supriansa, mantan Wakil Bupati Soppeng periode 2016–2018 sekaligus mantan anggota DPR RI periode 2019–2024.
Supriansa mengungkap, dirinya sebenarnya sudah menjadwalkan pertemuan dengan Ustaz Das’ad Latif saat sang dai berkunjung ke Soppeng.
Namun rencana tersebut akhirnya batal lantaran Supriansa harus menghadiri agenda lain di Jakarta.
“Sebenarnya saya sudah janjian Pak Ustaz Das’ad ke Soppeng. Namun tiba-tiba ada agenda pertemuan dengan Ketua Golkar Sulsel, Pak ACO, di Jakarta di hari yang sama. Akhirnya tidak jadi saya balik ke Soppeng,” ungkap Supriansa. Jum'at (11/9/2026).
Meski gagal bertemu langsung, Supriansa tetap menyambut positif kehadiran Ustaz Das’ad Latif di Bumi Latemmamala.
Menurutnya, kehadiran dai sekaligus akademisi tersebut memberi warna tersendiri bagi kegiatan keagamaan dan menjadi momentum memperkuat silaturahmi dengan masyarakat Soppeng.
Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif menjalani sejumlah agenda selama berada di Soppeng.
Ia memberikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan Maulid di Bentenge, Kelurahan Ompo, sebelum melanjutkan agenda tausiah dan doa bersama di Mapolres Soppeng.
Di sela agenda tersebut, Ustaz Das’ad juga menyempatkan diri menikmati suasana Warkop Camidu bersama Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto.
Suasana pertemuan berlangsung jauh dari kesan formal. Secangkir kopi menjadi pembuka obrolan, sementara candaan khas Ustaz Das’ad membuat suasana semakin cair.
Bahkan, nama Warkop Camidu ikut menjadi bahan guyonan.
“Kalau lupa bawa uang tidak apa-apa, catatmi dulu. Sesuai nama warkopnya, Camidu — catatmi dulu,” celetuk Ustaz Das’ad.
Momen sederhana itu memperlihatkan sisi lain dari kunjungan seorang tokoh agama. Dari mimbar Maulid hingga meja warkop, komunikasi berlangsung tanpa sekat dan formalitas.
Bagi Soppeng, kedatangan Ustaz Das’ad bukan hanya menghadirkan tausiah, tetapi juga mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang lebih cair.
Termasuk sebuah pertemuan yang nyaris terjadi dengan Supriansa, namun harus tertunda karena agenda politik di Jakarta.
(Red)


