Sebelum Terlambat, Sat Binmas Polres Soppeng Ingatkan Santri Yasrib Soal Kenakalan Remaja

Sebelum Terlambat, Sat Binmas Polres Soppeng Ingatkan Santri Yasrib Soal Kenakalan Remaja


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Mencegah kenakalan remaja tidak cukup menunggu hingga pelanggaran terjadi. Pesan itu disampaikan Sat Binmas Polres Soppeng saat memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Yasrib, Kecamatan Lalabata, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., bersama KBO, Kaur Mintu serta para Kanit Sat Binmas.

Binluh kali ini diikuti perwakilan santri putra dan putri kelas XII MA serta kelas IX MTs.

Di hadapan para santri, personel Sat Binmas mengingatkan sejumlah perilaku yang berpotensi menjadi pintu masuk kenakalan remaja. Mulai dari meninggalkan asrama tanpa izin, mengabaikan aturan pondok, merokok, penggunaan gadget tanpa izin, bullying, kekerasan antarsantri, perilaku asusila hingga pencurian.

Para santri juga ditekankan pentingnya disiplin mengikuti kegiatan pesantren serta menghormati aturan yang telah ditetapkan pihak pondok.

Tidak hanya memberikan peringatan, Sat Binmas turut mendorong santri senior agar mengambil peran dalam menjaga lingkungan pesantren. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi santri junior sekaligus membantu guru dan pembina apabila menemukan persoalan di lingkungan asrama.

Kasat Binmas Iptu Andri Hermansyah mengatakan, pembinaan tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran dan kedisiplinan generasi muda.

Menurutnya, pendekatan edukatif perlu dilakukan secara terus-menerus agar para pelajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, pihak sekolah atau pesantren, guru, pembina dan para pelajar dalam mencegah kenakalan remaja.

“Pembinaan kepada generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin para santri tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kedisiplinan, menghormati sesama dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tertib,” ujarnya.

Kapolres juga meminta santri senior tidak menjadikan senioritas sebagai alasan untuk melakukan kekerasan terhadap junior.

“Jika ada persoalan, hendaknya disampaikan kepada guru atau pembina, bukan diselesaikan dengan kekerasan maupun tindakan yang melanggar aturan,” tegasnya.

Melalui Binluh tersebut, Sat Binmas Polres Soppeng berharap para santri mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, disiplin dan kondusif.

Pembinaan pun akan terus dilakukan di berbagai lingkungan pendidikan di wilayah hukum Polres Soppeng sebagai bagian dari upaya mencegah kenakalan remaja sejak dini.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates