Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Ketua LSM Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK), Mahmud Cambang, melakukan silaturahmi sekaligus berdialog dengan pihak TK Negeri Lamungpatue, Jalan Pengayoman, Kabupaten Soppeng, Senin (21/9/2026).
Kehadiran Mahmud Cambang disambut Kepala TK Negeri Lamungpatue, Jumrah, S.Pd. Namun, saat kunjungan berlangsung, kepala sekolah bersama para guru tengah mengikuti pertemuan dengan orang tua siswa, wali kelas dan Ketua Komite.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah program sekolah menjadi pembahasan, termasuk kegiatan keagamaan seperti Maulid serta agenda outing class yang dinilai menjadi bagian dari proses edukasi dan pembelajaran anak sejak usia dini.
Salah satu orang tua siswa, Uci, menjelaskan bahwa dalam sejumlah kegiatan memang terdapat partisipasi dari orang tua siswa. Menurutnya, partisipasi tersebut bukan ditentukan sepihak oleh sekolah, melainkan merupakan hasil musyawarah para orang tua.
Ia mencontohkan kegiatan Maulid maupun outing class. Besaran partisipasi, kata Uci, tidak ditetapkan dalam nominal tertentu.
"Kalau ada kebutuhan dana dengan nilai tertentu, biasanya kita musyawarahkan kemudian dibagi sesuai jumlah murid yang ada. Tidak ada ketentuan nominal wajib," jelasnya.
Menurut Uci, kondisi masing-masing orang tua juga menjadi pertimbangan. Jika dalam satu kelas terdapat 17 siswa, namun hanya 15 orang tua yang mampu berpartisipasi, maka hal tersebut tetap diterima berdasarkan kesepakatan bersama.
Ia juga menyebutkan, wali kelas terkadang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tertentu, seperti yang terjadi pada kelas B3.
Penjelasan serupa disampaikan Jusmiarni, salah satu orang tua siswa yang juga dipercaya sebagai bendahara kelas.
Ia mengatakan, apabila dana partisipasi yang terkumpul tidak seluruhnya digunakan untuk kegiatan, maka sisa dana dikembalikan ke kas kelas.
"Kalau ada cerita di luar sana bahwa ada pungutan dari pihak sekolah, itu tidak benar. Tidak ada keterlibatan pihak sekolah," tegas Jusmiarni.
Ia menambahkan, untuk kegiatan seperti lomba, keputusan mengenai partisipasi juga bergantung pada kesepakatan para orang tua.
Menurutnya, komunikasi antarorang tua dilakukan secara terbuka melalui grup WhatsApp. Setiap orang tua dapat menyampaikan pendapat, termasuk ketika tidak menyetujui atau memiliki masukan terkait rencana kegiatan.
"Kita memang ada grup orang tua siswa. Kalau ada yang tidak setuju atau punya masukan dan tidak bisa disampaikan langsung, biasanya didiskusikan di grup WhatsApp," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kelas B3, Hj. Amriani, S.Pd.I, menegaskan bahwa apabila terdapat partisipasi dari orang tua siswa, hal tersebut merupakan hasil rembuk dan kesepakatan para orang tua.
"Kami hanya menerima laporan dari orang tua. Itu murni hasil rembuk mereka," jelasnya.
Kepala TK Negeri Lamungpatue, Jumrah, S.Pd, berharap komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua terus terbuka. Ia mempersilakan para orang tua menyampaikan setiap persoalan maupun masukan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah.
"Jangan segan-segan kalau ada hal yang ingin disampaikan. Bisa langsung japri melalui WhatsApp," ungkapnya.
Ketua Komite sekolah Hj Dwi Ariyanti Alimuddin, S.Pd juga menyampaikan bahwa pihaknya selama ini menerima laporan terkait berbagai kegiatan di sekolah. Namun, ia menegaskan mekanisme keterlibatan komite maupun orang tua tetap harus ditempatkan sesuai fungsi dan porsinya.
Menanggapi dialog tersebut, Ketua LSM SIDIK Mahmud Cambang mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dan orang tua siswa dalam memberikan penjelasan.
Menurut Mahmud, keterbukaan informasi menjadi penting agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya terkait pembiayaan kegiatan sekolah.
Ia berharap setiap bentuk partisipasi orang tua dilakukan secara transparan, melalui musyawarah, tidak bersifat memaksa dan memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
"Yang paling penting adalah keterbukaan. Kalau memang partisipasi itu lahir dari kesepakatan orang tua, tidak ada paksaan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan, maka semuanya harus jelas sejak awal agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat," kata Mahmud.
Ia juga mendorong pihak sekolah, komite dan orang tua siswa menjaga komunikasi agar setiap kegiatan yang melibatkan pembiayaan dapat diketahui secara terbuka dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
(Red)

