Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Gedung Lapatau Kabupaten Soppeng dipenuhi lebih dari 1.000 relawan dan mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam gelaran Maulid Akbar. Di tengah suasana kebersamaan tersebut, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyampaikan pesan tegas terkait tanggung jawab dalam menjalankan program MBG. Sabtu malam (12/9/2026).
Maulid Akbar itu menjadi ajang silaturahmi para relawan MBG dari berbagai wilayah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Bupati Suwardi Haseng hadir dan memberikan motivasi kepada ribuan relawan. Ia mengingatkan bahwa besarnya jumlah makanan yang disalurkan tidak boleh membuat aspek kualitas terabaikan.
Menurut Suwardi, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus benar-benar diperhatikan dari berbagai aspek. Bukan hanya jumlah porsinya, tetapi juga kandungan gizi, kebersihan, keamanan pangan dan kelayakan makanan yang disajikan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa para relawan dan mitra memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Sebab, setiap makanan yang keluar dari dapur MBG akan langsung diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat. Karena itu, proses dari hulu hingga hilir harus dilakukan secara serius dan penuh tanggung jawab.
Mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, kebersihan dapur, pemorsian hingga pendistribusian menjadi rangkaian yang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Dalam kesempatan yang sama, hikmah Maulid yang disampaikan Dr. Musradi mengajak para relawan melihat pekerjaan mereka dari sisi pengabdian.
Ia menyampaikan bahwa menyiapkan makanan bergizi bagi orang lain bukan hanya aktivitas rutin. Jika dilakukan dengan niat yang ikhlas dan memberikan manfaat, pekerjaan tersebut dapat menjadi amal kebaikan.
Pesan itu mendapat relevansi kuat dengan keseharian para relawan. Di balik satu porsi makanan yang diterima penerima manfaat, terdapat tenaga, waktu dan kepedulian orang-orang yang bekerja sejak pagi untuk memastikan makanan siap disalurkan.
Maulid Akbar pun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pertemuan lebih dari 1.000 relawan tersebut menjadi ruang memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpelaksana MBG di Kabupaten Soppeng.
Pemerintah daerah, mitra dan relawan diharapkan terus membangun sinergi agar pelaksanaan program berjalan semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Bagi para relawan, pesan yang disampaikan dalam Maulid Akbar tersebut menjadi pengingat bahwa mereka bukan sekadar pelaksana program.
Mereka berada di garis depan dalam menghadirkan makanan bergizi bagi penerima manfaat sekaligus ikut menentukan kualitas program MBG di Soppeng.
Lebih dari 1.000 relawan berkumpul dalam satu momentum, membawa satu pesan: MBG bukan sekadar soal berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi seberapa baik makanan itu diberikan kepada masyarakat.
(Red)
