Soppeng, Kabartujuhsatu.news, PT PLN (Persero) ULP Soppeng mengumumkan adanya pengaturan beban listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Soppeng pada Rabu, 23 September 2026.
Pengaturan beban tersebut dilakukan dalam rangka pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan sekaligus menjaga keandalan dan kestabilan sistem kelistrikan.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Soppeng, pemadaman dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap.
Pada pukul 10.00–14.30 WITA, wilayah yang terdampak meliputi Desa Maccile (Akkampeng), Desa Belo, Desa Ganra, Desa Enrekeng, Desa Lompulle, Desa Labokong, Desa Leworeng, Desa Kessing, Desa Tottong, serta Kelurahan Salokaraja.
Selanjutnya, pada pukul 14.00–18.30 WITA, pemadaman mencakup Rujab Wakil Bupati, Kodim 1423 Soppeng, Kantor PLN Soppeng, Rujab Kapolres, Rujab Dandim, Generator PDAM Soppeng, Kelurahan Lapajung, Kelurahan Bila, Kelurahan Ompo, Desa Mattabulu, Desa Pesse dan Desa Pising.
Sementara pada pukul 21.30–02.00 WITA, wilayah terdampak meliputi Rujab Bupati, Polres Soppeng, Kantor Kejaksaan Negeri, Kantor Pengadilan Negeri, Rujab DPRD, Rujab Kejari, kawasan Kota Soppeng, Kelurahan Bila, Kelurahan Botto, sebagian Kelurahan Lemba dan sebagian Kelurahan Lalabata Rilau.
PLN menegaskan bahwa jadwal tersebut merupakan estimasi awal. Waktu maupun durasi pemadaman dapat mengalami perubahan sesuai kondisi sistem di lapangan.
PLN menyebut sistem kelistrikan Sulbagsel saat ini masih berada dalam tahap transisi pemulihan. Karena itu, penyesuaian waktu pemadaman dapat terjadi untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus memastikan keselamatan petugas yang melaksanakan pekerjaan.
“Hal ini semata-mata demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan serta memastikan keselamatan petugas yang bertugas di lapangan,” demikian keterangan PLN ULP Soppeng.
PLN juga meminta dukungan masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan sistem berlangsung, dengan harapan kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal.
Masyarakat yang wilayahnya masuk dalam daftar terdampak diimbau mempersiapkan kebutuhan listrik lebih awal serta mengantisipasi perubahan jadwal pemadaman.
(Red)
