Surabaya, Kabartujuhsatu.news, Benda kecil yang satu ini hampir selalu ikut bepergian. Power bank menjadi penyelamat ketika baterai ponsel menipis di tengah perjalanan.
Namun, ada satu hal penting yang wajib diketahui penumpang pesawat: power bank tidak boleh sembarangan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat.
Aturan tersebut bukan tanpa alasan. Power bank menggunakan baterai lithium yang menyimpan energi dan memiliki risiko keselamatan apabila mengalami kerusakan atau gangguan.
Lantas, mengapa power bank harus dibawa ke dalam kabin?
1. Baterai Lithium Menyimpan Energi Tinggi
Sebagian besar power bank menggunakan baterai lithium-ion. Teknologi ini memungkinkan perangkat berukuran kecil menyimpan energi yang cukup besar.
Namun, baterai lithium memerlukan penanganan khusus. Kerusakan fisik, korsleting atau panas berlebih dapat menyebabkan baterai mengalami thermal runaway, yang berpotensi menimbulkan asap hingga kebakaran.
Karena itu, power bank dan baterai lithium cadangan umumnya harus dibawa di kabin, bukan di bagasi tercatat.
2. Jika Bermasalah, Lebih Mudah Ditangani
Risiko baterai mengalami panas berlebih atau korsleting memang tidak selalu terjadi. Namun, ketika masalah muncul di dalam kabin, kondisi tersebut dapat lebih cepat diketahui oleh penumpang maupun awak pesawat.
Berbeda dengan bagasi tercatat yang berada di ruang terpisah dari kabin.
Inilah alasan utama perangkat seperti power bank mendapat perlakuan khusus dalam penerbangan.
3. Ada Batas Kapasitas dan Jumlah
Membawa power bank ke kabin bukan berarti penumpang bisa membawa perangkat dengan kapasitas berapa pun.
Panduan penerbangan internasional menetapkan ketentuan mengenai kapasitas dan jumlah power bank yang dapat dibawa. Dalam panduan IATA 2026, power bank lithium-ion dibatasi maksimal dua unit dengan kapasitas masing-masing tidak lebih dari 100 Wh.
Power bank juga tidak boleh digunakan untuk mengisi ulang dari sumber listrik pesawat.
Meski demikian, aturan maskapai dapat berbeda dan bisa lebih ketat. Karena itu, penumpang sebaiknya mengecek ketentuan maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Jangan Abaikan Kondisi Power Bank
Selain aturan penerbangan, kondisi fisik power bank juga tidak boleh diabaikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Jangan meninggalkan power bank di tempat yang sangat panas, termasuk kendaraan yang terpapar matahari langsung.
Gunakan kabel dan charger yang sesuai.
Jangan menggunakan power bank yang menggembung.
Hindari perangkat yang terlalu panas, rusak secara fisik, atau mengeluarkan bau tidak normal.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera hentikan penggunaan. Jangan mencoba membongkar baterai sendiri karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Power Bank Rusak, Tidak Selalu Harus Dibuang
Power bank yang tidak bisa charging, cepat kehilangan daya, tidak mampu mengeluarkan daya atau bahkan mati total belum tentu tidak bisa diselamatkan.
Sumber masalah bisa berasal dari baterai, konektor pengisian, modul charging, IC power maupun komponen elektronik lainnya.
Pemeriksaan teknisi dapat membantu mengetahui sumber kerusakan sekaligus menentukan apakah perangkat masih memungkinkan untuk diperbaiki.
Mutiara Service Powerbank di Surabaya
Bagi masyarakat Surabaya yang memiliki power bank bermasalah, Mutiara Service Powerbank atau Intan Mutiara Cell menyediakan layanan pemeriksaan dan perbaikan perangkat elektronik.
Selain power bank, layanan tersebut juga menangani sejumlah perangkat elektronik lain, seperti handphone, laptop, jam tangan Android, speaker aktif dan perangkat elektronik lainnya.
Mutiara Service / Intan Mutiara Cell
WTC Surabaya Lantai 2 No. 220
TikTok: @servicepowerbank
Jadi, sebelum buru-buru membeli power bank baru, perangkat yang bermasalah bisa diperiksa terlebih dahulu.
Bisa saja kerusakannya masih dapat diperbaiki.
POWER BANK RUSAK? SERVICE DULU SEBELUM BELI BARU.
(Redho)
