Mamuju, Kabartujuhsatu.news, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, mendorong generasi muda agar tidak takut menyampaikan gagasan di ruang publik.
Pesan itu disampaikan Darwis saat dipercaya menjadi salah satu juri pada babak final Lomba Pidato Kebangsaan yang digelar LPP RRI Mamuju, Minggu (13/9/2026).
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Radio ke-81 dengan mengusung tema “Generasi Muda Speak Up: Suarakan Persatuan, Sebarkan Toleransi, Ciptakan Perdamaian.”
Sebanyak 40 finalis berusia 12 hingga 18 tahun dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta menyampaikan gagasan mengenai persatuan, toleransi, wawasan kebangsaan dan pentingnya menciptakan perdamaian di tengah keberagaman.
Darwis menilai keberanian tampil dan berbicara di depan publik merupakan kemampuan penting yang perlu dibangun sejak usia muda.
Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu dibekali kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan memahami nilai-nilai kebangsaan.
“Generasi muda perlu memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, mereka dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi sekaligus memahami pentingnya persatuan, toleransi, dan kehidupan yang damai,” ujar Darwis.
Ia mengatakan keberagaman masyarakat Sulawesi Barat menjadi alasan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Perbedaan latar belakang sosial dan budaya, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
“Keberanian menyampaikan pendapat harus dibarengi dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap perbedaan. Inilah yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.
Keterlibatan Darwis sebagai juri juga menunjukkan dukungan Kesbangpol Sulbar terhadap kegiatan yang memberikan ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan karakter.
Lomba Pidato Kebangsaan RRI Mamuju diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda Sulbar yang percaya diri, kritis, toleran dan memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa.
Kegiatan ini sekaligus sejalan dengan arah Pancadaya Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
(Red)
