Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Warkop Camidu di Jalan Kesatria, Watansoppeng, kembali menjadi ruang perjumpaan yang penuh keakraban. Jumat (23/10/2026), NH terlihat kongkow bersama sejumlah koleganya, membicarakan beragam hal mulai dari Koperasi Desa (Kopdes) hingga kedekatan emosional dengan Soppeng.
Dalam suasana santai, NH ditemani Arfandi Idris, Nasruddin Upel, dan Irwan, yang merupakan pengurus teras Partai Golkar Sulawesi Selatan. Mereka tampak memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar pandangan.
Obrolan di meja kopi itu tidak hanya berkutat pada hal-hal ringan. Isu Kopdes ikut mengemuka, menjadi bagian dari diskusi mengenai program yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Di sisi lain, Soppeng turut mewarnai percakapan. Daerah yang memiliki ikatan emosional dengan NH itu menghadirkan dimensi berbeda dalam pertemuan tersebut. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan politik, hubungan dengan kampung halaman tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan seseorang.
Istilah “darah Soppeng” pun menjadi ungkapan yang menggambarkan kuatnya ikatan kedaerahan tersebut. Bukan sekadar persoalan tempat asal, tetapi juga tentang identitas, akar budaya, dan kedekatan batin dengan tanah yang memiliki arti tersendiri.
Kehadiran sejumlah pengurus Golkar Sulsel menambah warna dalam kongkow tersebut. Meski berlangsung di luar forum resmi, pertemuan informal seperti ini menjadi salah satu ruang untuk menjaga komunikasi antartokoh sekaligus berbagi pandangan mengenai isu-isu yang berkembang.
Warkop, dengan suasananya yang terbuka dan tanpa protokoler, memang kerap menjadi tempat lahirnya percakapan yang lebih cair. Di tempat seperti ini, pembicaraan mengenai program, daerah, hingga hubungan personal dapat mengalir secara alami.
Kongkow NH di Camidu pun mempertemukan dua sisi yang berjalan beriringan: percakapan tentang agenda pembangunan melalui isu Kopdes dan kedekatan emosional dengan Soppeng.
Di antara aroma kopi dan suasana akrab Watansoppeng, satu hal menjadi benang merah pertemuan itu: di tengah berbagai kesibukan, silaturahmi dan ikatan dengan kampung halaman tetap memiliki tempat tersendiri.
(Red)
