Mamuju, Kabartujuhsatu.news, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, mengingatkan seluruh PPPK Paruh Waktu agar serius menjalankan tugas. Disiplin dan kinerja menjadi aspek yang akan terus dievaluasi dalam menentukan proses kepegawaian selanjutnya.
Hal itu disampaikan Darwis saat memberikan arahan kepada PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kesbangpol Sulbar, Senin (14/9/2026).
Darwis menegaskan, status sebagai PPPK Paruh Waktu bukan alasan untuk mengurangi tanggung jawab dalam bekerja. Setiap pegawai dituntut memenuhi ketentuan jam kerja, melaksanakan tugas sesuai fungsi, serta mampu menunjukkan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang menentukan kalian bertahan adalah kalian sendiri. Penuhi disiplin waktu kerja dan laksanakan tugas yang diberikan,” tegas Darwis.
Ia meminta seluruh pegawai membangun kebiasaan kerja yang tertib, termasuk mengikuti apel dan briefing sebelum memulai aktivitas.
Menurutnya, briefing penting untuk memastikan setiap pegawai memahami arahan pimpinan, informasi kedinasan, serta pembagian tugas yang harus diselesaikan.
Darwis juga meminta setiap kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan didokumentasikan. Bukti tersebut diperlukan sebagai evidence dalam proses evaluasi kinerja.
Begitu pula ketika pegawai harus meninggalkan kantor pada jam kerja. Darwis meminta izin dan pelaporan dilakukan melalui kepala bidang atau pejabat yang bertanggung jawab.
“Setiap yang meninggalkan kantor pada jam kerja harus melapor. Kalau tidak masuk juga harus dilaporkan supaya menjadi evidence,” ujarnya.
Darwis mengungkapkan, dari total 33 PPPK Paruh Waktu yang sebelumnya tercatat di Kesbangpol Sulbar, dua orang telah mengundurkan diri. Dengan demikian, saat ini terdapat 31 pegawai.
Dari evaluasi sementara, 16 pegawai dinilai telah menunjukkan capaian yang baik.
Namun, Darwis mengingatkan bahwa penilaian tersebut bukan akhir dari proses. Pegawai yang sudah dinilai baik tetap dituntut mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya.
Sementara bagi pegawai yang masih memiliki catatan, kesempatan untuk melakukan perbaikan masih terbuka sebelum evaluasi berikutnya.
Darwis juga meminta para pegawai membangun budaya saling mengingatkan. Menurutnya, kedisiplinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi harus menjadi komitmen bersama.
Ia menegaskan tidak boleh ada pegawai yang merasa memiliki perlakuan khusus hanya karena kedekatan dengan pejabat atau hubungan tertentu.
Kinerja harus dibuktikan melalui kedisiplinan dan hasil pekerjaan, bukan melalui kedekatan.
Evaluasi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada bulan mendatang. Hasil evaluasi akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan kinerja masing-masing PPPK Paruh Waktu serta mendukung proses kepegawaian berikutnya.
Darwis meminta seluruh pegawai menggunakan waktu yang ada untuk memperbaiki kekurangan dan menunjukkan kontribusi nyata bagi organisasi.
“Perjuangkan diri masing-masing, saling mengingatkan, dan patuhi setiap arahan sesuai tugas dan fungsi,” pungkasnya.
(Red)
